Logo Header Antaranews Lampung

Sinovac resmi dinyatakan aman digunakan

Senin, 11 Januari 2021 16:26 WIB
Image Print
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny K Lukito dalam jumpa pers daring yang dipantau dari Jakarta, Senin (11/1/2021) terkait pemberian izin penggunaan darurat atau EUA untuk vaksin Sinovac. (Badan Pengawas Obat dan Makanan)
Pemberian EUA oleh BPOM itu juga mempertimbangkan hasil rapat bersama lintas sektor seperti Komite Nasional Penilai Obat, ITAGI, ahli epidemi dan unsur terkait lainnya

Jakarta (ANTARA) - Badan Pengawas Obat dan Makanan menyatakan CoronaVac sebagai vaksin COVID-19 produksi perusahaan Sinovac resmi mendapatkan izin penggunaan darurat atau EUA.

"Vaksin CoronaVac memenuhi persyaratan mendapatkan EUA," kata Kepala BPOM Penny K Lukito dalam jumpa pers daring yang dipantau dari Jakarta, Senin.

Ia mengatakan dalam memutuskan pemberian otorisasi darurat itu BPOM mempertimbangkan hasil uji klinik di Indonesia, Brazil dan Turki, yang menunjukkan antivirus SARS-CoV-2 itu memiliki keamanan dan kemanjuran (efikasi) menangkal COVID-19.

Baca juga: Vaksinasi jangan dibayangkan yang "enggak-enggak" sebut Jokowi

Selain itu, kata dia, vaksin Sinovac tersebut memenuhi standar Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk bisa mendapatkan izin EUA dengan tingkat efikasi minimal 50 persen.

Sementara dari uji klinik di Bandung yang dilakukan Biofarma dan Sinovac, lanjut dia, efikasi CoronaVac itu mencapai 65,3 persen. Selanjutnya, uji klinis di Turki efikasi Sinovac mencapai 91 persen dan Brazil 78 persen.

Baca juga: Pemkab Lampung Barat usulkan 951 nakes untuk divaksinasi tahap pertama

Penny mengatakan pemberian EUA oleh BPOM itu juga mempertimbangkan hasil rapat bersama lintas sektor seperti Komite Nasional Penilai Obat, ITAGI, ahli epidemi dan unsur terkait lainnya.

Ia mengatakan BPOM dan pemangku kepentingan terkait terus mengawasi proses vaksinasi terutama efek samping dari vaksin Sinovac tersebut. Pengawasan juga dilakukan untuk Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Baca juga: Presiden: Ditargetkan 29,55 juta dosis vaksin tiba di daerah hingga Maret 2021



Pewarta :
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026