Gubernur Lampung minta Polinela kembangkan hortikultura

id gubernur lampung arinal, politeknik negeri lampung, hortikultura dan perikanan

Gubernur Lampung minta Polinela kembangkan hortikultura

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat meninjau produksi tanaman hidroponik di Polinela Bandarlampung, Kamis (9/1/2020) (Antara Lampung/HO)

Bandarlampung (ANTARA) - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi meminta Politeknik Negeri Lampung (Polinela) mengembangkan tanaman hortikultura dan perikanan untuk memperkuat daerah setempat sebagai lokomotif pertanian nasional.

"Saya ingin Polinela memperhatikan daerah Lampung ini dalam pengembangan hortikultura dan perikanan," ujar dia di Gedung Direktorat Polinela, Bandarlampung, Kamis.

Terkait Program Kartu Petani Berjaya (KPB), Arinal minta Polinela ikut berkontribusi mewujudkan program tersebut.

Ditambah lagi, dukungan dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang siap menjadikan Lampung sebagai lokomotif di sektor pembangunan pertanian di Indonesia.

"Ini juga menjadi daya dukung Polinela bersama-sama Pemerintah Provinsi Lampung untuk mewujudkan ini. Kita harus tangkap peluang ini, kita harus bangkit," katanya.

Apalagi lanjut dia, Lampung memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah. Hal ini juga yang mendasari bahwa Lampung siap menjadi lokomotif pertanian di Indonesia.

"Kita harus semangat bahwa akan ada perubahan pada masa yang akan datang," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Polinela Sarono mengatakan Polinela siap mendukung visi rakyat Lampung berjaya dan program untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakat melalui sektor pertanian.

"Kita sangat mendukung rakyat Lampung berjaya, kerja sama yang sudah terjalin selama ini, diharapkan juga adanya masukan untuk perkembangan Polinela yang akan datang," ujar Sarono.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Arinal juga mengunjungi sejumlah lokasi di Polinela di antaranya polifish farm atau sentra produksi benih dan ikan air tawar), polihidro farm (produksi tanaman hidroponik) dan ruang simulator kapal.
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar