Lampung Timur mulai diguyur hujan

id Lampung Timur, Hujan Turun, Musim Kemarau

Lampung Timur mulai diguyur hujan

Daerah Lampung Timur setelah diguyur hujan deras pada Rabu malam, jalan masih terlihat basah pada Kamis pagi dan hujan gerimis masih berlangsung.

Lampung Timur (ANTARA) - Sejumlah wilayah di Lampung Timur pada Rabu malam diguyur hujan lebat setelah beberapa bulan terakhir di daerah ini tidak pernah turun hujan karena musim kemarau sedang berlangsung.

Hujan lebat itu turun cukup lama pada sejumlah wilayah. Pagi Kamis pagi ini, Lampung Timur diguyur hujan gerimis.

Musim kemarau yang panjang telah berdampak kekeringan dan banyak sumur warga yang berkurang debit airnya. Akibat lainnya, cuaca juga terasa lebih panas.

Dengan mulai turunnya hujan awal bulan November,  sejumlah warga bersyukur.

Wati, warga Kecamatan Labuhan Maringgai mengaku senang dengan turunnya hujan.

"Alhamdulillah hujan sudah mulai turun, panas sekali kalau tidak hujan-hujan," kata dia.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai adanya potensi hujan lebat selama sepekan ke depan di sejumlah wilayah.

"Kondisi atmosfer tidak stabil di sebagian besar wilayah Sumatera, Kalimantan dan Jawa juga turut mendukung pertumbuhan awan hujan yang cukup signifikan dalam periode sepekan ke depan," kata Deputi bidang Meteorologi BMKG R Mulyono R Prabowo dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

Kondisi tersebut juga disebabkan melemahnya intensitas siklon tropis Nakri di Laut Cina Selatan menyebabkan angin timur di selatan ekuator turut mengalami pelemahan dan dapat meningkatkan aliran massa udara basah dari Asia masuk ke wilayah Indonesia.

Juga adanya daerah pertemuan dan belokan angin yang diidentifikasi terbentuk di wilayah Sumatera, Kalimantan dan Jawa.

Diperkirakan dalam sepekan ke depan curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi di beberapa wilayah seperti Aceh,Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat dan Papua pada periode 11-14 November 2019.

Sementara pada periode 15-17 November 2019 kondisi yang sama berpotensi terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kalimantan Utara dan Papua

Selain potensi hujan lebat, potensi gelombang tinggi 2,5-4 meter pada periode 11-17 November 2019 diperkirakan juga berpeluang terjadi di Perairan barat Kepulauan Simeulue-Kepulauan Mentawai, Perairan barat Pulau Enggano, Perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan selatan Jawa hingga Pulau Lombok, Samudra Hindia barat Sumatera hingga selatan NTB.

Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan kondisi cuaca tersebut seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin.

Baca juga: BMKG sampaikan kabar baik peluang hujan di Lampung hingga esok hari
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar