
Kelompok tani Mukomuko terima program peremajaan sawit

“Sebelumnya ada dua kelompok tani yang sudah menandatangani kesepakatan kerja sama dengan BPDPKS dan pihak bank. dalam waktu dekat ini tiga kelompok lagi yang akan menandatangani kesepakatan kerja sama," kata Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko Erri Siagian dalam keterangannya di Mukomuko, Jumat.
Pemerintah setempat melalui Dinas Pertanian mengusulkan peremajaan tanaman kelapa sawit pada tahap pertama 2019 di lahan seluas 397,64 hektare milik lima kelompok tani di daerah ini.
Ia menyatakan, sebanyak perwakilan atau ketua dari tiga kelompok tani di daerah ini menandatangani kesepakatan kerja sama dengan BPDPKS dan pihak bank di Kota Bengkulu.
“Para pihak yang terdiri dari bidang perkebunan Dinas Pertanian setempat, ketua kelompok tani, pihak bank dan perwakilan BPDPKS yang akan menandatangani kesepakatan kerja ini,” ujarnya.
Ia menyebutkan, dua kelompok tani yang sebelumnya menandatangani kesepakatan kerja sama dengan BPDPKS dan pihak bank, yakni kelompok tani Harapan Baru Desa Talang Petai, Kecamatan V Koto yang memiliki lahan perkebunan kelapa sawit seluas sekitar 62,33 hektare dan kelompok tani Jaya Sentosa Desa Talang Kuning, Kecamatan Teras Terunjam dengan luas lahan sekitar 79,82 hektare.
Kemudian dua kelompok tani yang telah melakukan penandatanganan kesepakatan kerja sama dengan pihak BPDPKS dan pihak bank menunggu penyaluran dana dari BPDPKS.
Selanjutnya tiga kelompok tani yang akan menandatangani kesepakatan kerja sama dengan BPDPKS dan pihak bank, yakni KRP Bangun Jaya di Desa Rawa Bangun, Kecamatan XIV Koto memiliki lahan seluas sekitar 90,19 hektare, KRP Maju Bersama Desa Air Merah, Kecamatan Malin Deman memiliki lahan seluas 112,89 hektare dan kelompok tani Mekar Sari Desa Pondak Lunang, Kecamatan Air Dikit memiliki lahan seluas 58,01 hektare.
Pewarta : Ferri Aryanto
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
