
AS terlibat terlalu jauh dalam perang Yaman

Washington (Antaranews Lampung) - "Amerika Serikat terlibat sangat jauh dalam perang ini. Kita menyediakan bom yang digunakan oleh koalisi pimpinan Arab Saudi, kita memberi bahan bakar kembali buat pesawat mereka sebelum mereka menjatuhkan bom itu, dan kita membantu dengan keterangan intelijen," tulis Sanders, sebagaimana dikutip kantor berita Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat pagi.
Sanders adalah senator keamanan AS.
Ia mengatakan dalam banyak kasus, warga sipil menjadi sasaran bom.
"Dalam salah satu peristiwa yang paling mengerikan baru-baru ini, satu bom buatan Amerika melenyapkan satu bus sekolah yang dipenuhi anak kecil, menewaskan puluhan dan melukai banyak lagi," ia menulis.
"Satu laporan CNN mendapati bukti bahwa senjata Amerika telah digunakan dalam serangkaian serangan mematikan semacam itu terhadap warga sipil sejak perang meletus."
Sandera menyatakan AS tak ingin membahayakan penjualan senjatanya dengan Arab Saudi, dan Presiden AS Donald Trump menjawab satu pertanyaan mengenai terbunuhnya Khashoggi serta mengatakan, "Arab Saudi mengeluarkan 110 miliar dolar AS untuk perlengkapan militer."
Khashoggi, seorang kolumnis Washington Post, terakhir kali terlihat pada 2 Oktober, ketika ia memasuki Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki. Setelah berhari-hari membantah bahwa Riyadh mengetahui keberadaan wartawan tersebut, beberapa pejabat Arab Saudi pekan lalu mengakui bahwa Khashoggi tewas dalam "perkelahian" di Konsulat itu.
Sanders mengatakan pada awal tahun ini ia mendesak Kongres agar mengakhiri dukungan AS buat perang Kerajaan tersebut di Yaman.
"Pada Februari, bersama dengan dua rekan saya --Mike Lee anggota Republik dari Utah dan Chris Murphy, anggota Demokrat dari Connecticut-- saya mengajukan ke Senat Resolusi Gabungan 54, yang menyeru presiden agar menarik diri dari perang Arab Saudi di Yaman," katanya. Ia menambahkan Senat menunda pertimbangan bagi resolusi itu dengan 55 berbanding 44 suara.
"Sejak itu, krisis ini bertambah parah dan kerumitan kita bahkan menjadi lebih besar," katanya.
Pewarta : Antara/Anadolu-OANA
Editor:
Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
