
Penduduk Desa Terisolasi Lampung Minta Perbaikan PLTS

Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Penduduk empat desa terisolasi di Kecamatan Bengkunat Belimbing, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung mengharapkan pemerintah segera memperbaiki kerusakan pembangkit listrik tenaga surya terjadi sejak tiga bulan lalu.
"Kami hanya tergantung pada pasokan listrik tenaga surya, namun panel ke aki sudah rusak atau terbakar. Sudah kami sampaikan ke pemerintah daerah, namun sampai sekarang belum ada perbaikannya," kata Kepala Desa Wayharu, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, Dian Setiawan, saat dihubungi dari Bandarlampung, Rabu.
Ia menyebutkan pasokan listrik tenaga surya hanya berlangsung empat jam setiap hari, mulai pukul 18.00-22.00 WIB.
Menurut dia, PLTS itu masih dalam garansi, namun belum ada perbaikan sampai sekarang.
"Karena itu, kami harapkan pemerintah dan pihak terkait segera memperbaikinya," katanya pula.
Empat desa terisolasi di Kecamatan Bengkunat Belimbing, Kabupaten Pesisir Barat mendapatkan pasokan listrik dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), meski hanya sebagian rumah warga yang mendapatkannya.
"Desa kami sejak lima bulan lalu sudah mendapatkan pasokan listrik dari PLTS, namun tak semua rumah warga bisa mendapatkannya. Kami mengharapkan bantuan pemerintah agar semua warga bisa mendapatkan pasokan listrik, terutama listrik dari PLN," kata Dian Setiawan.
Terdapat empat desa di Kecamatan Bengkunat Belimbing yang masuk daerah terisolasi dan merupakan desa enclave dikeliling hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), yakni Desa Wayharu, Waytias, Siring Gading dan Bandardalam, dengan total jumlah penduduk sekitar 6.500 jiwa.
Sejauh ini, hanya sebagian rumah warga yang sudah mendapatkan pasokan listrik PLTS. Tiap rumah mendapatkan listrik maksimum 300 watt.
Masing-masing Desa Wayharu dan Bandarlampung mendapatkan pasokan listrik untuk 300 KK, sedangkan Desa Siring Gading dan Waytias masing-masing hanya 110 KK. Pasokan listrik PLTS tidak cukup untuk menerangi semua rumah warga desa itu.
Jumlah penduduk Desa Waytias sekitar 200 KK, Wayharu (600 KK), Bandardalam (900 KK), dan Siring Gading sebanyak 400 KK.
Warga mengharapkan pemerintah menambah kapasitas PLTS di daerah mereka, agar semua warga bisa mendapatkan pasokan listik agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial.
Meski begitu, pasokan listrik PLN tetap menjadi idaman untuk mendorong pertumbuhan perekonomian mereka.
PT PLN Distribusi Lampung menyatakan bahwa sejumlah desa di daerah setempat akan terjangkau pelayanan listrik dan rasio elektrifikasi 99,97 persen pada 2019.
Tahun 2017, target PLN Lampung mengaliri listrik di 26 desa. Kemudian pada 2019, PLN Lampung meningkatkan kembali persentase dengan mengaliri aliran listrik kepada 38 desa, sehingga pada 2019 persentase akan naik menjadi 100 persen dengan mengalirkan listrik kepada 34 desa tersisa, kata General Manager PT PLN Persero Distribusi Lampung Daryono.(Ant)
Pewarta : Hisar Sitanggang
Editor:
Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
