Logo Header Antaranews Lampung

APPSI Se-sumatera Rekomendasikan Hasil Pertemuan Kepada Pemerintah

Kamis, 28 April 2016 15:49 WIB
Image Print
Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo menyampaikan sambutan pada pembukaan Pencerahan Asosiasi Pejabat Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Bandarlampung, Rabu (27/4). (Foto: antaralampung/Ist)
...Provinsi Lampung merupakan gerbang antara Pulau Sumatera dan Jawa. Sehingga bila dikelola secara efektif akan memberikan efek ganda pada pembangunan Sumatera secara keseluruhan...

Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) se-Sumatera dalam rapat kerjanya di Provinsi Lampung merekomendasikan hasil pertemuan kepada pemerintah pusat dalam rangka mengambil kebijakan yang diperlukan.

"Pertama dalam rangka menghadapi ASEAN Free Trade Area (AFTA), diperlukan dukungan pemerintah pusat untuk mengoptimalisasikan sektor agribisnis dengan menambah anggaran Rp1 triliun per provinsi untuk mewujudkan swasembada padi, jagung dan kedelai," kata Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, pada pencerahan APPSI bagi pejabat tingkat provinsi se-Sumatera, di Bandarlampung, Rabu.

Kedua, melaksanakan penandatanganan MoU antara para gubernur dengan Kepala BPKP, Kapolri, Jaksa Agung dan Menteri Dalam Negeri dalam rangka peningkatan peran Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) untuk pencegahan dan penanggulangan tindak pidana korupsi.

Ketiga, pemerintah segera mendorong percepatan pembangunan infrastruktur yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan peningkatan daya saing. Dalam hal ini, secara bertahap pemerintah telah melaksanakannya.

Keempat, dalam mengatasi perlambatan ekonomi nasional, APPSI telah mengadakan dialog dengan empat Direktur Utama Bank Negara. Hasilnya telah direkomendasikan kepada Presiden, diantaranya saran untuk menurunkan suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Usulan APPSI tersebut mendapatkan respon positif dari Presiden bahwa bunga bank pemerintah yang semula 22 persen, diturunkan menjadi 19 persen, dengan rincian 12 persen ditanggung debitur dan 7 persen disubsidi pemerintah.

Terkait dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN, Gubernur menyampaikan, banyak pihak yang khawatir akan banyaknya pekerja asing masuk ke daerah sehingga mengambil lapangan kerja.

"Tapi saya lebih khawatir, tenaga profesional kita yang keluar untuk bekerja di sana. Tantangan terbesar kita adalah bagaimana mempertahankan tenaga profesional kita agar tidak keluar ke negara lain. Tantangan dan peluang ke depan, yakni bagaimana membangun dan mengambil situasi dari keunggulan geografis, serta menjadi keunggulan kompetitif di kawasan Asia Tenggara," ujar Gubernur.

Ia dalam kesempatan itu mengajak seluruh pejabat tingkat provinsi se-Sumatera untuk menyatukan langkah guna mensinergikan pembangunan di seluruh Sumatera.

"Sumatera harus menjadi tongkat estafet pembangunan selanjutnya. Kita memiliki sumber daya manusia dan alam yang memadai. Untuk itu kita harus memilik kesadaran bukan hanya internal provinsi, tapi kesiapan Pulau Sumatera mengambil alih tongkat estafet pertumbuhan," ujarnya.

Ridho menambahkan, Provinsi Lampung merupakan gerbang antara Pulau Sumatera dan Jawa. Sehingga bila dikelola secara efektif akan memberikan efek ganda pada pembangunan Sumatera secara keseluruhan. (Ant)



Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2026