
Turki serang Irak Utara

Diyarbakit, Turki (Antara/Reuters) - Pesawat tempur Turki menyerang sasaran Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di Irak Utara dan menewaskan 24 petempur PKK di Turki Tenggara pada Kamis (24/3), kata Angkatan Darat.
Serangan itu dilancarkan saat gerilyawan melancarkan serangan bom mobil terhadap satu instalasi militer di wilayah Turki Tenggara. Pemboman pada Kamis malam tersebut menewaskan tiga anggota pasukan keamanan dan melukai 24 orang di satu pos terdepan keamanan di dekat Kota Diyarbakit, yang terbesar di Turki Tenggara, kata militer di dalam pernyataan terpisah yang mengkonfirmasi laporan dari pasukan keamanan, pada Jumat.
Seorang saksi mata Reuters, yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat malam, mengatakan instalasi tersebut mengalami kerusakan parah akibat ledakan di jalan raya antara Diyarbakir dan Kota Kecil Lice. Pasukan keamanan melakukan pengamanan ketat di daerah itu dan memasang layar untuk menyembunyikan lokasi tersebut.
Militer menyatakan lebih dari seribu gerilyawan telah tewas di Turki Tenggara, yang kebanyakan warganya adalah orang Kurdi, sejak gencatan senjata 2,5 tahun ambruk pada Juli lalu, sehingga memicu bentrokan paling sengit di wilayah tersebut sejak 1990-an.
Dalam kejadian paling akhir dalam serangkaian serangan udara di Irak Utara, jet F-16 dan F-4 militer Turki menghancurkan tempat persembunyian dan gudang amunisi PKK di Daerah Avasin dan Basyan pada Kamis sore, kata militer.
Pasukan keamanan juga menewaskan 24 petempur PKK pada Kamis di Kota Kecil Nusaybin, Sirnak dan Yuksekova di Turki Tenggara, di dekat perbatasan dengan Suriah, Irak dan Iran, katanya.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah mengatakan lebih dari 300 anggota pasukan keamanan telah tewas, sementara oposisi pro-Kurdi mengatakan ratusan warga sipil juga telah tewas dalam operasi militer, yang ditingkatkan pada Desember.
Lebih dari 40.000 orang telah tewas dalam konflik sejak PKK melancarkan aksi perlawanannya pada 1984. PKK, yang menyatakan kelompok tersebut berjuang bagi otonomi Kurdi, dimasukkan ke dalam kelompok teroris oleh Turki, Amerika Serikat dan uni Eropa.
Turki juga menghadapi kelompok lain gerilyawan Kurdi, TAK, yang mengaku bertanggung-jawab atas pemboman mobil bunuh diri di Ibu Kotanya, Ankara, sehingga menewaskan 37 orang pada Maret. Serangan bom serupa di Ankara juga menewaskan 29 orang.
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
