Logo Header Antaranews Lampung

Masyarakat perlu waspadai tren penyakit tidak menular

Sabtu, 9 Januari 2016 01:26 WIB
Image Print
Ilustrasi (ist)
...Tren penyakit tidak menular semakin lama semakin meningkat dibandingkan dengan penyakit menular yang relatif bisa dikendalikan. Penyakit tidak menular ini dipengaruhi gaya hidup yang keliru, kata Lily...

Jakarta (ANTARA Lampung) - Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan, dr. Lily Sriwahyuni Sulistyowati mengatakan, masyarakat perlu mewaspadai tren penyakit tidak menular seperti, diabetes, hipertensi dan stroke yang kemungkinan terus meningkat pada 2016.

"Tren penyakit tidak menular semakin lama semakin meningkat dibandingkan dengan penyakit menular yang relatif bisa dikendalikan. Penyakit tidak menular ini dipengaruhi gaya hidup yang keliru," kata Lily usai peluncuran buku "Prasasti Puskom Publik" di Gedung Kemenkes, Jakarta, Jumat (8/1).

Wanita yang pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Komunikasi Publik tersebut mengatakan, masyarakat dapat mendeteksi dini dan melakukan tindakan multi preventif terhadap penyakit tidak menular yang gejala umumnya sering diabaikan.

Penyakit tidak menular dapat dicegah dengan enam tindakan, yakni CERDIK yang berarti cek kesehatan, enyahkan asap rokok, rajin berolahraga, diet seimbang, istirahat yang cukup dan kurangi stres.

"Hasrat masyarakat untuk berolahraga sudah semakin terlihat dari 'car free day' sebagai contoh. Namun, bukan berarti sudah olahraga dijamin sehat. Manfaatkanlah cek kesehatan gratis di sekitar tempat olahraga, seperti di Senayan," katanya.

Lily mengatakan saat ini banyak orang terkena hipertensi di usia muda dan remaja atau anak-anak yang kelebihan berat badan yang menjadi cikal bakal penyakit tidak menular.

Diet seimbang yang termasuk dalam salah satu langkah CERDIK sebaiknya diterapkan, yakni dengan mengonsumsi makanan bervariasi serta mengandung karbohidrat, protein, vitamin dan mineral.

"Piring makan itu seharusnya 50 persen terdiri dari buah dan sayur, seperempatnya karbohidrat dan seperempatnya lagi protein," kata Lily menjelaskan. (Ant)



Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2026