Logo Header Antaranews Lampung

Tiongkok kini punya kepala anti-teror

Selasa, 22 Desember 2015 08:15 WIB
Image Print

Beijing (Antara/AFP) - Tiongkok mengangkat kepala pertama penangkal terorisme, kata media nasional pada Senin, saat melancarkan gerakan bermasalah dalam membasmi kekerasan suku berhubungan dengan wilayah Xinjiang di barat.
Liu Yuejin diangkat menjadi komisaris penangkal terorisme, kata harian "Harian Tiongkok".
Dia sebelumnya menjabat pembantu menteri keamanan umum dan bekerja dalam usaha anti-obat terlarang Tiongkok sejak 1980-an, kata koran itu.
Xinjiang, yang dihuni sebagian besar suku kecil Muslim Uighur, dilanda kekacauan beberapa tahun belakangan, memicu Tiongkok meluncurkan tindakan keras kepolisian kepada pemberontakan, yang disebut berada di balik kekerasan.
Dengan naiknya kelompok bersenjata IS, Beijing semakin memperkuat serangan mereka terhadap pengaruh asing, sementara beberapa ahli memandangnya sebagai sebuah reaksi untuk diskriminasi dan kendali atas kebudayaan dan kepercayaan masyarakat Uighur.
Serangan Uighur kepada warga sipil telah menewaskan ratusan orang dan melukai lebih banyak orang.
Penusukan di tambang batu bara di Aksu pada September menewaskan lebih dari 50 orang, menurut laporan Radio Free Asia.
Namun, tanggapan pemerintah juga sama-sama keji, kata kritikus.
Pada April, media melaporkan bahwa pihak kepolisian secara kejam menekan protes anti pemerintah di kota Elishku yang dihuni oleh masyarakat Uighur, dimana para penduduk desa mengklaim ratusan orang hilang sesudah kejadian itu. Media nasional menyebut peristiwa tersebut sebagai serangan "teror".
Perang terhadap obat terlarang Tiongkok juga mendapatkan kritik atas penggunaan cara kasar mereka untuk mengatasi para pelaku yang tidak begitu efektif untuk menghentikan peningkatan penggunaan obar terlarang.
Pada 2013, Liu berkata kepada koran Tiongkok, Global Times bahwa Beijing telah mempertimbangkan untuk melakukan serangan pesawan tanpa awak melawan bandar narkoba di Myanmar yang berhubungan dengan pembunuhan yang menewaskan 13 pelaut Tiongkok pada 2011.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026