Logo Header Antaranews Lampung

Korea Utara klaim punya bom Hidrogen

Jumat, 11 Desember 2015 08:03 WIB
Image Print
Rudal balistik taktis jarak pendek, Hwasong-13, dipamerkan pada parade militer Korea Utara (stlucianewsonline.com/Army Recognition)

Seoul (Antara/Reuters) - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un pada Kamis menyatakan negaranya menciptakan bom hidrogen, yang satu tingkat lebih berbahaya daripada bom atom, namun ahli dari luar negeri mempertanyakan kebenarannya.

Kim mengeluarkan pernyataan tersebut saat mengunjungi Loka Revolusioner Phyongchon, yang menandai prestasi ayahnya -yang meninggal pada 2011- dan kakeknya, pendiri negara dan pemimpin abadi, Kim Il-sung, kata kantor berita negara Korea Utara KCNA.

Hasil kerja Kim Il-sung mengubah Korea Utara menjadi negara dengan persenjataan nuklir, yang siap meluncurkan bom atom dan bom hidrogen sendiri untuk mempertahankan kedaulatan dan harga diri bangsa, kata KCNA mengutip Kim Jong-un.

Bom hidrogen, yang dikenal dengan nama lain bom termonuklir, menggunakan teknologi lebih tinggi untuk menghasilkan ledakan lebih kuat daripada bom atom.

Korea Utara mengadakan uji coba tersembunyi untuk meluncurkan peralatan nuklir pada 2006, 2009 dan 2013, yang menjadi subyek sanksi pelarangan perdagangan dan aktifitas keuangan yang mendukung program tersebut, sanksi tersebut dikeluarkan oleh Dewan Keamanan PBB.

Pejabat dari badan intelijen Korea Selatan mengatakan kepada kantor berita Yonhap bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan kepemilikan Bom Hidrogen Korea Utara, dan percaya bahwa Kim hanya berbicara secara retorik.

Korea Utara -yang miskin- dan Korea Selatan -yang kaya dan demokratis- secara teknis masih dalam keadaan perang setelah konflik 1950-1953 mereka berakhir dengan gencatan senjata, dan tidak dengan perjanjian damai. Korea Utara mengancam untuk menghancurkan Korea Selatan dan sekutu besar mereka, Amerika Serikat.

Meskipun terjadi uji tersembunyi, Korea Utara terlihat semakin mendekat kepada penggunaan nuklir. Jika Bom Hidrogen tersebut benar-benar ada, itu akan menjadi sebuah kemajuan bagi Korea utara yang ingin menggunakan senjata nuklir.

"Saya rasa tidak mungkin bahwa mereka memiliki Bom hidrogen saat ini, namun saya tidak mengharapkan mereka terus-menerus menguji peralatan dasar juga," kata Jeffrey Lewis dari Institut Studi Internasional di Monterey.

Korea Utara mungkin menyebutkan tentang teknologi yang meningkatkan penciptaan peralatan nuklir mereka, kemungkinan menggunakan bahan bakar fusi, ujar Lewis.

Korea Utara mengklaim mereka telah berhasil menciptakan teknologi fusi pada 2010.

Menilai kemajuan dalam program nuklir Korea Utara merupakan hal yang sulit karena tidak ada orang lain yang mengetahui kemajuan tersebut selain kalangan tertentu dari para pemimpin dan ahli Korea Utara.

Korea Utara juga mengatakan mereka berhasil memperkecil hulu ledak nuklir menjadi sebesar peluru kendali balistik, klaim tersebut diperdebatkan oleh ahli dari Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Penerjemah : Mabrian/B Soekapdjo



Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026