Logo Header Antaranews Lampung

Dishut Lampung Minta Perusahaan Multinasional Jaga Hutan

Jumat, 20 Maret 2015 20:39 WIB
Image Print
Upaya yang dilakukan adalah dengan menggulirkan program CSR untuk penanaman dan pemeliharaan hutan kemasyarakatan di lokasi hutan yang mengalami kerusakan."

Bandarlampung, (ANTARA Lampung) - Dinas Kehutanan Provinsi Lampung mengajak sejumlah perusahaan multinasional di daerah itu, untuk ikut membantu menjaga kelestarian hutan.

"Upaya yang dilakukan adalah dengan menggulirkan program CSR untuk penanaman dan pemeliharaan hutan kemasyarakatan di lokasi hutan yang mengalami kerusakan," kata Kepala Seksi Reboisasi, Rehabilitasi, dan Konservasi Tanah Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Dedi Juanda, di Bandarlampung, Jumat.

Ia menyebutkan, program yang merupakan bagian dari penanaman Hutan Kemasyarakatan tersebut sudah berjalan sejak 2010 dan saat ini sudah memasuki tahap kedua.

Pada tahap sebelumnya, tercatat empat perusahaan multinasional ikut serta menyisihkan dana CSR mereka untuk memperbaiki kerusakan hutan. Sejumlah perusahaan tersebut adalah PTPN 7, perhimpunan bank seluruh Lampung, PLN, dan sejumlah hotel berbintang di daerah itu.

Luas hutan di Lampung saat ini adalah sebanyak 1,47 juta hektare dengan kerusakan mencapai hampir 55 persen.

"Total ada seratusan ribu hektare lahan kritis terselamatkan dari program CSR penyelamatan lingkungan ini," ujarnya.

Program HKm, lanjut dia, 10 persen lahan kritis bisa tertanam kembali. Selama lima tahun program berjalan seratusan ribu hektare lahan kritis sudah terselamatkan.

Lahan kritis yang terselamatkan tersebut diantaranya berada di Lampung Timur, Pesawaran, Lampung Barat, dan Lampung Selatan.

Dalam program tersebut, Dinas Kehutanan membantu perusahaan yang hendak menyalurkan dana CSR mereka untuk penyelamatan lahan kritis, melalui pendampingan.

Pendampingan yang dilakukan meliputi membantu survei yang hendak ditanam, teknis penanaman, dan pembinaan pemeliharaan.

Saat ini sejumlah perusahaan multinasional yang bernaung di bawah forum komunikasi antar perusahaan Lampung atau Forkapel, merencanakan penyisihan sebagian dana CSR mereka untuk menyelamatkan lahan kritis.

Ketua Forkapel, V Saptarini menyatakan, penyelamatan lahan kritis saat ini merupakan salah satu alternatif bentuk penyaluran dana CSR yang ideal, karena memiliki dampak yang jelas dan terukur.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026