
NTP Lampung Turun 1,87 Persen

Pada Desember, beberapa harga komoditas beranjak naik,"
Bandarlampung, (ANTARA Lampung) - Nilai Tukar Petani (NTP) Lampung pada Desember 2014 turun 1,87 persen akibat kenaikan barang dan jasa konsumsi rumah tangga yang mengalami kenaikan lebih tinggi.
"Pada Desember, beberapa harga komoditas beranjak naik," kata Kepala Badan Pusat Statistik Lampung Adhi Wiriana, di Bandarlampung, Minggu.
Ia mengatakan bahwa harga-harga yang mengalami kenaikan antara lain palawija dan gabah pada subsektor tanaman pangan, harga cabai merah dan cabai rawit subsektor tanaman hortikultura, unggas dan dan hasil unggas dari subswektor peternakan.
Sedangkan subsektor perikanan, budidaya dan tangkap untuk beberapa jenis ikan mengalami penurunan harga.
Menurutnya, secara keseluruhan NTP Lampung pada Desember mengalami penurunan untuk masing-masing subsektor tanaman padi dan palawija mengalami penurunan NTP sebesar 0,07 persen, subsektor tanaman hortikultura turun 1,10 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat turun 3,72 persen.
Selanjutnya, subsektor peternakan turun 2,17 persen, subsektor perikanan tangkap turun 1,68 persen, dan subsektor perikanan budi daya turun 1,61 persen.
NTP Lampung Desember 2014 untuk masing-masing subsektor tercatat sebesar 101,93 untuk padi dan palawija, 104,18 untuk hortikultura, untuk tanaman perkebunan rakyat 99,12, peternakan 110,67, untuk perikanan tangkap 104,12 dan 97,56 untuk perikanan budi daya.
"Sedangkan untuk NTP provinsi atau gabungan tercatat sebesar 103,16," kata dia pula.
Menurutnya dari 33 provinsi, sebanyak 2 provinsi mengalami kenaikan NTP dan 31 daerah mengalami penurunan.
Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Provinsi Banten dengan peningkatan 0,71 persen, sedangkan penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Sulawesi Barat yang turun sebesar 2,45 persen.
Sementara pada Desember 2014 inflasi di daerah pedesaan di Provinsi Lampung sebesar 2,22 persen. Inflasi di daerah pedesaan terutama disebabkan oleh naiknya indeks harga seluruh kelompok (bahan makanan, makanan jadi, minumam, tembakau, perumahan, sandang, kesehatan, pendidikan, rekreasi, dan olahraga, serta kelompok transportasi dan komunikasi), kata Adhi.***2***
Pewarta : Agus Wira Sukarta
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
