Logo Header Antaranews Lampung

SPBU Lampung Timur Normal Jelang Kenaikkan BBM

Sabtu, 8 November 2014 16:21 WIB
Image Print
Para pembeli BBM masih normal seperti biasanya, dan stok baik solar maupun bensin masih ada di SPBU ini."

Sukadana, Lampung, (ANTARA Lampung)- Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Lampung Timur masih beroperasi normal menjelang rencana kenaikan bahan bakar minyak bersubsidi oleh pemerintah pada November 2014.

"Para pembeli BBM masih normal seperti biasanya, dan stok baik solar maupun bensin masih ada di SPBU ini," kata Bambang (35) petugas SPBU Simpang Sribhawono, Lampung Timur, Sabtu.

Ia mengatakan SPBU ini melayani konsumen selama 24 jam dan hingga sekarang kendaraan baik sepeda motor maupun mobil yang mengisi BBM tetap terlayani.

Menjelang kenaikan BBM lalu, ia menjelaskan antrean panjang kendaraan terjadi hingga mencapai beberapa kilometer dan jika pemerintah memutuskan kenaikan harga bahan bakar minyak dipastikan antrean kendaraan pasti akan terjadi.

Namun demikian menurutnya, stok BBM baik bensin maupun solar masih terjaga sehingga konsumen dapat terlayani untuk mendapatkan bahan bakar minyak tersebut.

"Cuma terkadang distribusi BBM dari pertamina terkadang lambat, sehingga stok di SPBU cepat habis," katanya pula.

SPBU di Labuhan Maringgai juga terlihat masih normal melayani konsumen yang akan mengisi BBM baik solar maupun bensin.

"Ya..saya mendengar ada rencana kenaikan harga BBM. Konsumen masih normal seperti biasa," kata Adi petugas SPBU di Labuhan Maringgai.

Nelayan di Desa Margasari dan Sukorahayu Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur juga tetap melaut karena kebutuhan solar yang dipasok dari SPBU Labuhan Maringgai mereka masih normal.

Stasiun pengisian bahan bakar solar untuk nelayan di Desa Muara Gading Mas Kecamatan Labuhan Maringgai yang tiap hari melayani para nelayan pun masih normal.

Rencana pemerintah yang akan menaikan BBM bersubsidi pada November ini juga belum mempengaruhi harga kebutuhan pokok masyarakat Lampung Timur. Beberapa sentra pasar masih menjual normal kebutuhan pokok masyarakat.

Harga kebutuhan pokok masih normal, beras kualitas bagus masih Rp8 ribu per kilogram, bawang merah masih diharga normal Rp15 ribu/kg, kata Yuli pedagang sembako di Pasar Simpang Sribhawono, Lampung Timur.

Menurutnya, harga komoditas cabai merah saat ini cukup tinggi mencapai Rp40 ribu--Rp50 ribu/kg.

Ridwan warga Lampung Timur mengatakan bahwa kenaikan BBM itu merupakan pemerintah sehingga rakyat mau tidak mau harus mengikutinya.

Kenaikan BBM lanjutnya dipastikan berpengaruh dengan naiknya harga sejumlah bahan kebutuhan pokok dan komoditas sehingga cukup memberatkan masyarakat terutama warga miskin.

Ia juga mengatakan pemerintah harus mengantisipasinya jika rencana kenaikan BBM itu dilakukan mengingat gejolak sosial yang berpotensi akan timbul. Pemerintah daerah harus mengambil langkah-langkah jika kenaikan BBM tersebut diberlakukan.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026