
Wamenhub Minta Pemudik Motor Tingkatkan Kewaspadaan

Kami mengajak pemudik waspada."
Jakarta, (ANTARA LAMPUNG) - Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono meminta kewaspadaan para pemudik yang menggunakan sepeda motor ditingkatkan karena mayoritas kecelakaan lalu lintas saat mudik melibatkan sepeda motor.
"Kami mengajak pemudik waspada," kata Bambang Susantono dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Minggu.
Hal itu antara lain karena kasus kecelakaan dan korban jiwa dalam kecelakaan yang melibatkan sepeda motor dinilai masih cukup tinggi, atau 71 persen dari seluruh kecelakaan saat periode arus mudik dan balik lebaran.
Wamenhub memaparkan bahwa ada beberapa aspek utama dalam mengatasi permasalahan mudik antara lain keamanan dan keselamatan (yang merupakan faktor vital) serta keterjangkauan dan kultural.
Kemenhub telah membuat sejumlah upaya guna menekan kecelakaan yang melibatkan motor antara lain penerapan sepeda motor di jalur lambat dan pembuatan jalur khusus sepeda motor.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata menyebutkan, sepeda motor masih diminati pemudik karena dikenal sebagai sarana transportasi mudik
yang mudah dan murah.
Selain itu, ujar Gunadi, kendaraan roda dua dapat digunakan sebagai sarana transportasi saat di kampung.
Ia menilai masih tingginya angka kecelakaan yang melibatkan motor masih tinggi karena dipicu beberapa faktor seperti mengemudi
tanpa helm dan cara berkendara yang ugal-ugalann serta kondisi jalan yang tidak memadai.
Sedangkan Ketua Umum Road Safety Association (RSA) Indonesia Edo Rusyanto mengatakan, kecelakaan tidak hanya musti diwaspadai saat arus mudik tetapi juga saat arus balik.
Untuk menekan fatalitas kecelakaan, ujar dia, sinergi antara para pemangku kepentingan keselamatan jalan selama mudik lebaran mesti terus dipertahankan sepanjang tahun.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Evert Erenst Mangindaan menginginkan berbagai instansi terkait dapat meningkatkan kerja sama dalam rangka mengamankan lalu lintas yang digunakan para pemudik untuk kelancaran angkutan Lebaran 2014/1435 Hijriyah.
"Saya berharap segenap instansi terkait untuk dapat bekerja sama mengatur dan mengamankan pergerakan arus lalu lintas baik mudik maupun balik," kata E.E. Mangindaan.
Menurut Menhub, kerja sama dan koordinasi tersebut penting agar para pemudik dapat melakukan perjalanan dengan lancar, aman, tertib, serta selamat sampai tujuan masing-masing.
Mangindaan mengingatkan beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk kesuksesan penyelenggaraan angkutan lebaran antara lain kesiapan sarana dan prasarana di semua moda transportasi, serta keamanan dan keselamatan penumpang.
Ia juga mengimbau agar pelayanan kepada para pemudik diutamakan misalnya dengan kawasan jembatan timbang yang juga dapat dialihfungsikan sebagai "rest area" (tempat istirahat) bagi para pemudik yang sedang melintas di jalan raya.
Pewarta : Muhammad Razi Rahman
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
