
Bentrok Antar Pelaku Jihad, 45 Tewas

Pertempuran dimulai Ahad dan mengamuk sepanjang malam, kata Observatorium."
Beirut (Antara/AFP) - Pertempuran baru antara pelaku jihad Negara Islam Irak (ISIL) dan koalisi pemberontak serta afiliasi Al-Qaida di kawasan Suriah timur telah menewaskan sedikitnya 45 pejuang, kata satu kelompok pemantau Senin.
ISIL, yang tumbuh dari mantan afiliasi Al-Qaida di Irak, telah menghadapi serangan balik dalam oposisi Suriah sejak awal tahun ini dan sedang berjuang melawan koalisi termasuk Front Al-Nusra Al Qaida serta kubu Islam dan pemberontak moderat.
Kelompok pengamat, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan, bentrokan di kota Khosham di provinsi timur Deir Ezzor menewaskan 17 pejuang Al-Nusra dan gerilyawan kubu Islam, bersama dengan 28 anggota ISIL.
Pertempuran dimulai Ahad dan mengamuk sepanjang malam, kata Observatorium.
ISIL awalnya disambut oleh beberapa orang oposisi bersenjata Suriah, namun interpretasi keras Islam dan pelanggaran terhadap warga sipil serta pejuang oposisi saingan telah memicu serangan balasan.
Kepala Al-Qaida telah meminta kelompoknya untuk kembali ke Irak, dan bahkan Al-Nusra telah berbalik melawannya, berjuang di beberapa
provinsi yang dikuasai oposisi di Suriah.
Perang melawan ISIL telah menewaskan sekitar 6.000 orang sejak dimulai pada awal Januari, menurut Observatorium, satu Lembaga Swadaya Masyarakat yang berbasis di Inggris.
Di tempat lain di negeri ini, Observatorium mengatakan, sedikitnya 25 orang tewas di bawah penyiksaan di fasilitas keamanan di Provinsi Damaskus.
Para tawanan sering ditahan untuk diinterogasi di fasilitas keamanan sebelum dipindahkan ke penjara.
Kelompok itu mengatakan, keluarga mereka yang tewas diberitahu mengenai kematian itu dan diberitahu untuk mengambil mayat orang yang mereka cintai pada Minggu.
Penerjemah: A. Krisna.
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
