
Pep Guardiola Mengaku Salah

Guardiola mengaku salah karena memasang Bastian Schweinsteiger bersama Toni Kroos di gelandang bertahan."
Munich (Antara/AFP) - Pelatih Bayern Munich Pep Guardiola mengakui melakukan kesalahan ketika timnya terhempas 0-4 dari Real Madrid pada semifinal kedua Liga Champions.
Juara bertahan Munich mengalami kekalahan terburuk di kandang sendiri dalam kompetisi Eropa setelah pemain Real Sergio Ramos dan Cristiano Ronaldo masing-masing mencetak dua gol.
Munich sebelumnya tidak pernah kalah lebih dari dua gol di kandang sendiri. Kini impian mereka untuk mencapai final Liga Champions tiga kali berturut-turut pun pupus.
Ketua klub Karl-Heinz Rummenigge menyebut kekalahan itu sebagai "bencana".
"Kami kalah telak, dan kami hanya membuat sedikit peluang mencetak gol," kata Guardiola.
"Kami main buruk, itu tanggung jawab saya. Jika kita tidak main baik, maka pertahanannya pun buruk, itulah jadinya. Kita main di level atas Eropa, akibat dari kesalahan ini segera terlihat," katanya.
Ramos memanfaatkan kelemahan pertahanan Bayern dengan dua sundulan keras yang menghasilkan gol, sebelum Ronaldo menambah dua lagi untuk mencatat rekor 16 gol kompetisi Liga Champions musim ini.
Guardiola mengaku salah karena memasang Bastian Schweinsteiger bersama Toni Kroos di gelandang bertahan.
Perbaikan mulai tampak usai turun minum ketika Guardiola mendorong Schweinsteiger lebih ke depan, sementara posisi awalnya ditempati Javi Martinez.
"Saya katakan kepada pemain saat istirahat bahwa saya membuat suatu kesalahan. Kami tahu permainan Real, jadi saya selalu ingin penguasaan bola lebih banyak di lapangan tengah," kata Guardiola.
"Kami tidak bisa mengendalikan gelandang belakang pada babak pertama, dan tampil kurang bagus karena kesalahan pelatih," ujar Guardiola mengakui.
"Para pemain kami sudah berusaha keras, seperti yang selalu mereka lakukan, tapi kami tidak memperoleh pemain yang pas di posisi yang tepat menjelang pertandingan," tambahnya.
Meski Bayern punya sejumlah pemain bintang, namun banyak yang mempertanyakan apakah Guardiola bisa menyusun formasi yang tepat untuk permainan dengan operan cepat dan sepak bola "tiki-taka".
Guardiola mengaku timnya tidak cukup menguasai bola, tapi data statistik menunjukkan Bayern mencatat 69 persen penguasaan bola, sedangkan Real 31 persen.
"Tentu saja, kami harus mempertimbangkan apakah kami punya pemain yang tepat untuk gaya ini," katanya.
Penerjemah: T. Handoko/A. Rachma.
Pewarta :
Editor:
M. Tohamaksun
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
