
Munich Terlalu Lemah Bagi Madrid
Rabu, 30 April 2014 06:40 WIB

Munich (Antara/AFP) - Real Madrid mencapai final Liga Champions mereka untuk pertama kalinya dalam rentang waktu 12 tahun melalui kemenangan bersejarah 4-0 di markas Bayern Munich, pada semifinal kedua yang dimainkan pada Selasa untuk menyingkirkan sang juara bertahan.
Cara penguasaan bola yang diterapkan Munich tak berdaya melawan permainan yang menerapkan serangan balik cepat. Bayern tahun lalu juga menghajar Barcelona dengan skor telak dengan melakukan pola serangan balik melawan taktik penguasaan bola Barca.
Setelah menang 1-0 pada pertandingan pertama pekan lalu di Madrid, Real memenangi semifinal dengan skor agregat 5-0 ketika Bayern yang dilatih Pep Guardiola merasakan kekalahan kandang terbesar mereka di kompetisi Eropa.
Bayern sebelumnya tidak pernah kalah di kandang dengan kemasukan lebih dari dua gol di Eropa, ketika raksasa Bavaria itu melihat mimpi mereka untuk mencapai final Liga Champions keempat dalam lima tahun hancur berkeping-keping.
Real hanya terpaut satu pertandingan dari "Decima" - gelar Eropa kesepuluh mereka - dan akan berhadapan dengan tim sekota Atletico Madrid atau Chelsea pada final 24 Mei yang dimainkan di Lisbon.
Bek tengah Real Sergio Ramos mencetak dua gol awal melalui tandukan kepala untuk menghapus mimpi Bayern menjadi tim pertama yang mampu mempertahankan gelar Liga Champions.
Pemain Terbaik Dunia Cristiano Ronaldo kemudian mengubah skor menjadi 3-0 sebelum turun minum, sebelum bintang Real itu menyarangkan gol ke-49nya pada musim ini dari tendangan bebas menjelang pertandingan usai.
Satu-satunya noda dari kemenangan Real di Jerman adalah absennya Xabi Alonso di final Lisbon, setelah ia mendapatkan kartu kuning ketiganya di kompetisi Eropa musim ini.
Namun tidak terbantahkan ini adalah malam yang bersejarah bagi Real, khususnya untuk pelatih Carlo Ancelotti yang tidak pernah kalah dari Bayern dalam delapan pertandingan, enam kali bersama bekas klubnya AC Milan dan dua kali dengan Real.
Mantera yang menghancurkan
Terdapat sesi mengheningkan cipta sebelum pertandingan dimulai untuk mengenang mantan pelatih Barcelona Tito Vilanova, yang meninggal dunia pada usia 45 tahun, dan Vujadin Boskov, mantan pelatih Real yang meninggal dunia pada Minggu pada usia 82 tahun.
Gemuruh publik tuan rumah yang bermimpi dapat mengulang pencapaian tiga gelar yakni Liga Jerman, Piala Jerman, dan Liga Champions seperti yang diraih pada musim lalu segera kandas ketika Real menghancurkan tim Bavaria itu melalui mantera yang menghancurkan pada babak pertama.
Real hanya memerlukan 16 menit untuk membuka keunggulan di Allianz Arena ketika Ramos menanduk tendangan sudut Luka Modric untuk membungkam pendukung tuan rumah.
Itu merupakan awal dari lima menit yang memalukan bagi Bayern, di mana bek tengah Dante mendapatkan kartu kuning karena melanggar Ronaldo beberapa saat sebelum Ramos membukukan gol keduanya.
Ketika Angel Di Maria melepaskan tendangan bebas, bek tengah Pepe meneruskannya kepada Ramos untuk ditanduk dan menjadi gol keduanya dalam kurun waktu empat menit, untuk memperbesar keunggulan tim tamu.
Real kemudian menambahi penderitaan Bayern ketika Di Maria mengoperkan bola kepada Karim Benzema, dan kemudian pemain Prancis itu menggulirkan bola kepada Bale, yang segera berlari cepat ke depan.
Operan Bale dapat disambar oleh Ronaldo pada menit ke-34, memecahkan rekor untuk jumlah gol Eropa terbanyak dalam semusim, untuk membuat tuan rumah tertinggal 0-3 saat turun minum.
Pelanggaran yang dilakukan Xabi Alonso terhadap Bastian Schweisteiger lima menit kemudian membuat bintang Spanyol itu mendapat kartu kuning, kartu kuning ketiganya di kompetisi ini, yang membuat dirinya dipastikan absen pada final.
Guardiola merespon sat turun minum dengan menggantikan Mario Mandzukic dengan Javi Martinez, mengubah formasi 4-2-3-1nya menjadi formasi 4-2-4, menekan Schweinsteiger lebih berperan sebagai gelandang serang, bersama Thomas Mueller.
Meski Bayern melakukan upaya-upaya terbaiknya, pertahanan Real cukup tangguh dan kemudian Ronaldo memukulkan paku terakhir pada peti mati tuan rumah, melalui gol keduanya di pertandingan ini, saat tendangan bebasnya melesak masuk melewati pagar pemain Bayern dan kemudian bersarang di gawang Manuel Neuer.
Penerjemah/Redaktur : ARA Adipati/I Suhirwandi/Hisar Sitanggang
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
