Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - PT Lippo Karawaci Tbk berencana mengembangkan dan membangun Rumah Sakit Siloam di Provinsi Lampung, kata Plt Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Arinal Junaidi.
"Warga Lampung mengharapkan ada rumah sakit yang representatif berskala internasional seperti RS Siloam. PT Lippo Karawaci berminat untuk membangun rumah sakit itu di Lampung," kata Arinal, di Bandarlampung, Senin.
Menurut dia, Pemprov Lampung mengharapkan perusahaan tersebut segera mewujudkan pembangunan rumah sakit berskala internasional, agar penanganan pasien bisa lebih cepat, ringkas, dan efisien.
Dalam pelaksanaannya, lanjutnya, RS Siloam dapat bekerjasama dengan rumah sakit umum yang ada di Lampung.
Perusahaan itu belum menentukan lokasinya, tetapi Pemprov Lampung menyarankan dibangun di kawasan kota baru Lampung Selatan.
"Persyaratan untuk pembangunan rumah sakit itu sudah dipenuhi dan mereka juga setuju akan bekerjasama dengan Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek," ujarnya pula.
Arinal mengatakan dalam jangka panjang tidak menutup kemungkinan pembangunannya di kawasan pusat perkantoran Pemprov Lampung yang baru, yakni di kota baru.
Namun menurut dia, PT Lippo Karawaci pastinya akan menghitung biaya pembangunan serta juga berhitung untung rugi jika RS itu dibangun di Lampung.
"Kami berharap RS itu dibangun di Lampung, selain representatif, pembangunan rumah sakit itu harus pula bernuansa lingkungan," katanya menambahkan.
Pengembangan dan pembangunan jaringan rumah sakit tersebut merupakan implementasi dari empat visi Grup Siloam Hospital, yakni berkualitas internasional, menjangkau untuk membantu program pemerintah memperkecil rasio penduduk dan tempat tidur, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat dan pelayanan sepenuh hati.
Jaringan RS Siloam yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia akan memperkuat komitmen untuk menyediakan layanan kesehatan berkualitas internasional yang terjangkau bagi masyarakat luas.
Anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Lipo Karawaci didirikan pada 1996 merupakan grup rumah sakit swasta dengan jaringan tujuh rumah sakit umum dan spesialis di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bali, Surabaya, Palembang, Manado, Makassar, Jambi, dan Balikpapan.
Memiliki lebih dari 2.200 dokter, perawat dan tenaga medis yang melayani lebih dari satu juta pasien setiap tahunnya, rumah sakit ini adalah satu dari lima rumah sakit di Indonesia yang mendapatkan akreditasi Joint Commission International (JCI) dari Amerika Serikat.
