
Penjualan Pernak-Pernik Imlek Naik 150 Persen

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Empat hari menjelang perayaan Imlek 2014, penjualan pernak-pernik menyambut tahun baru China itu di sejumlah toko dan pusat perbelanjaan di Bandarlampung meningkat hingga 150 persen.
"Biasanya memang meningkat, apalagi semakin dekat dengan perayaan Imlek, bisa lebih tinggi lagi," kata pemilik salah satu toko yang menjual pernak-pernik kebutuhan Imlek, Yo Ching, di Telukbetung Bandarlampung, Senin (27/1).
Ia menyebutkan, barang yang paling banyak dibeli warga yang merayakan Imlek, yakni lilin, kue tutun, dan hio beraneka aroma, selain amplop angpau dan berbagai peralatan sembahyang.
Menurutnya, peningkatan pembelian pernak-pernik Imlek sejak sepekan menjelang perayaan Imlek, dan akan mencapai puncaknya tiga hari menjelang perayaan.
"Biasanya pembeli mulai berbelanja dengan jumlah besar mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah," kata dia.
Yo Ching menjelaskan, semua pernak-pernik yang ada di tokonya, seperti amplop angpau, uang kertas, dan arak, didatangkan khusus dari China dan Taiwan, sedangkan untuk hio, kue tutun, dan lilin berasal dari dalam negeri.
Kesemarakan perayaan Imlek sangat terasa di sejumlah pasar di kawasan Telukbetung Utara, yang merupakan kawasan Pecinan di Bandarlampung.
Selain di sejumlah toko di Telukbetung Utara, penjualan pernak-pernik Imlek juga marak di sejumlah pusat perbelanjaan di Bandarlampung.
Pada salah satu pusat perbelanjaan milik pengusaha lokal, Chandra Superstore, kemeriahan Tahun Baru Imlek sudah terasa sejak sepekan terakhir.
Sejumlah barang yang laris dibeli di Chandra Superstore adalah kembang api, dupa, hiasan lampion, dan kertas angpau.
Selain itu, pembeli juga menyerbu kue tradisional khas Tionghoa dan buah-buahan.
Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, penjualan pernak-pernik Imlek di Chandra Superstore akan mencapai puncaknya tiga hari menjelang Hari Raya Imlek.
Pewarta : Agusta Hidayatullah
Editor:
Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026
