Logo Header Antaranews Lampung

Libya : Kacau Terus, Militer Asing Intervensi

Senin, 11 November 2013 07:09 WIB
Image Print

Tripoli (Antara/AFP) - Perdana Menteri Ali Zeidan hari Minggu memperingatkan warga Libya mengenai kemungkinan campur tangan pasukan asing kecuali jika kekacauan yang terjadi di negaranya saat ini berhenti.
"Masyarakat internasional tidak bisa mentoleransi sebuah negara di tengah Mediteranea yang menjadi sumber kekerasan, terorisme dan pembunuhan," kata Zeidan pada pawai kampanyenya menentang milisi bersenjata.
Dengan mencontohkan Irak, ia memperingatkan penduduk Libya mengenai "campur tangan pasukan pendudukan asing" di Libya.
Zeidan mengatakan, negaranya masih terkena resolusi sesuai dengan Pasal VII Piagam PBB yang memungkinkan masyarakat internasional campur tangan untuk melindungi penduduk sipil.
Pada jumpa pers, Zeidan mendesak warga Libya bangkit menentang milisi bersenjata.
"Penduduk harus turun ke jalan... dan mendukung pembentukan militer dan polisi," kata PM tersebut.
Seruan permintaan dukungan dari penduduk itu mencerminkan ketidakmampuan pihak berwenang mengatasi milisi.
Pernyataannya itu disampaikan setelah serangkaian serangan mematikan di Tripoli dan Libya timur, khususnya Benghazi, selama sepekan terakhir, yang menandai berkembangnya keadaan tanpa hukum di negara itu setelah penggulingan Gaddafi.
Penerjemah/Redaktur : M Suratmadi/Hisar Sitanggang



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026