
Harga Kopi Robusta di Lampung Barat Turun

Lampung Barat (ANTARA LAMPUNG) - Harga biji kopi robusta di tingkat petani pada sejumlah tempat sentra produksi kopi di Kabupaten Lampung Barat mengalami penurunan.
Menurut sejumlah petani kopi di beberapa kecamatan di Lampung Barat Provinsi Lampung, Kamis (13/6), saat ini harga biji kopi di tingkat petani itu bervariasi dengan kisaran antara Rp14.000 hingga Rp17.000 per kg.
Menurut para petani pekebun kopi itu, harga paling rendah mencapai Rp14.000 per kg berlaku di tingkat petani yang lokasinya relatif terpencil dan akses jalan ke daerah itu mengalami kerusakan.
Sedangkan harga kopi yang lebih tinggi berlaku di lokasi yang akses transportasi jalan relatif lebih baik dan bukan wilayah yang jauh dari pusat perdagangan di daerah ini.
Beberapa petani, di antaranya pengurus kelompok tani maupun kelompok pengelola hutan kemasyarakatan itu, membenarkan pula variasi harga biji kopi tersebut terjadi karena adanya kualitas biji kopi yang dihasilkan petani setempat.
Menurut Sunyoto (52), petani yang juga Bendahara Kelompok Hutan Kemasyarakatan (HKm) Mardi Rukun di Pekon (Kampung) Simpangsari Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Lampung Barat, saat ini harga biji kopi kualitas asalan setempat sebesar Rp14.000 per kg.
Harga biji kopi yang relatif lebih murah dari yang berlaku di sejumlah sentra produksi kopi Lampung Barat itu, menurut dia, akibat kopi dipanen dan dijemur dalam kondisi masih terjadi hujan di daerah itu sehingga kadar air lebih tinggi.
"Petani kopi di sini kesulitan menekan kadar air biji kopi hasil panennya, akibat kondisi curah hujan masih tinggi," kata dia.
Selain itu, kampung tersebut relatif sulit dijangkau karena akses jalan yang kurang baik dan sebagian mengalami kerusakan serta harus melalui jalan tanah yang sulit dilalui mobil ketika hujan.
Kondisi cuaca kurang mendukung dengan masih sering terjadi hujan, menurut Kamisan, petani setempat yang juga Ketua Kelompok HKm Mardi Rukun, membuat harga biji kopi merosot dari sebelumnya.
Padahal kalau kadar airnya antara 12 persen hingga maksimal 15 persen, harga biji kopi itu bisa lebih tinggi dibeli pedagang pengumpul, katanya pula.
Namun petani kopi lainnya, Pandi (47) di Pekon Srimenanti Kecamatan Air Hitam Lampung Barat menyebutkan harga kopi kualitas asalan di tingkat petani setempat masih mencapai Rp16.000 hingga Rp17.000 per kg, bergantung kekeringan atau kadar airnya.
Menurut Jojo, petani kopi di Pekon Tribudisyukur Kecamatan Kebun Tebu, saat ini harga rata-rata biji kopi di tingkat petani setempat dengan kualitas dan kadar air standar mencapai Rp16.200 per kg.
Kondisi harga serupa dibenarkan Darsono, petani kopi di Pekon Gunung Terang Kecamatan Air Hitam maupun sejumlah petani kopi di Kecamatan Sumberjaya.
Beberapa petani kopi di Sumberjaya itu menyebutkan harga biji kopi kualitas asalan di tingkat petani setempat antara Rp16.500 hingga Rp17.000 per kg.
Selain harga yang bervariasi sesuai kualitas biji kopi dihasilkan, terutama bergantung kadar airnya, petani kopi di Lampung Barat mengkhawatirkan hasil produksi kopi robusta mereka tahun ini lebih rendah dari tahun lalu.
Selain kondisi cuaca masih banyak terjadi hujan, para petani itu mencemaskan harga masih akan merosot lagi memasuki panen raya tidak lama lagi.
"Biasa Pak, kalau panen raya dan memasuki musim anak-anak masuk sekolah, harga kopi akan turun," kata Marsono, petani kopi di Kecamatan Sumberjaya itu pula.
Lampung Barat merupakan salah satu penghasil kopi robusta dataran tinggi di Lampung, antara lain untuk memasok ekspor kopi daerah ini ke sejumlah negara tujuan.
Saat ini, sejumlah petani di Lampung Barat melalui kelompok mereka, mengembangkan pula sertifikasi kopi organik, mengembangkan kopi luwak dan mengolah sendiri biji kopi menjadi kopi bubuk maupun kopi kemasan siap seduh.
Pewarta :
Editor:
Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2026
