
Penjaga Pantai Libya Selamatkan 89 Manusia Perahu

Tripoli, 14/4 (ANTARA/Reuters) - Penjaga pantai Libya telah menyelamatkan 89 orang asal "sub-Sahara" yang telah lima hari terombang-ambing di atas perahu dan lima penumpang yang meninggal di dalam pelayaran mereka, kata kantor berita pemerintah, Sabtu.
Pihak berwajib Libya mendapat laporan dari nelayan mengenai perahu yang mengapung di pesisir barat pelabuhan Zawiyah, kata petugas Angkatan Laut, Kolonel Ayoub Omar Gacem, seperti dikutip kantor berita LANA.
"Sebagian besar dari mereka dibawa ke rumah sakit setelah perahu mereka ditarik ke darat sedangkan yang lain segera diberi tempat, makanan dan minuman," kata Ayoub.
Para pendatang itu mengaku bahwa lima di antara mereka meninggal dalam perjalanan dan jasad mereka dibuang ke laut.
Afrika Utara adalah titik pemberangkatan untuk perjalanan laut para imigran ke Eropa Selatan dan tujuan utamanya adalah Italia.
Ribuan orang telah kehilangan nyawa dalam usaha yang berbahaya menyeberangi laut yang padat lalu lintas dan kerap menumpang kapal yang tidak laik berlayar.
Ayoub mengatakan itu adalah kejadian kedua, sebelumnya penyelamat pantai telah menolong 34 manusia perahu termasuk perempuan dan anak-anak, di lepas pantai Libya Barat.
Pada Jumat, Italia juga melaporkan telah menyelamatkan hampir 500 orang pendatang yang berjejal menumpang lima perahu yang terseret ke pantai Sisilia di Laut Tengah, setelah menerima panggilan darurat malam sebelumnya.
Kebanyakan imigran itu ditempatkan di Lampedusa, pulau kecil di selatan Sisilia --yang setiap tahun menjadi tempat penampungan pendatang seperti mereka.
Cuaca yang membaik telah meningkatkan jumlah penantang bahaya yang menyeberangi Laut Tengah, namun ribuan orang meninggal akibat kapal tenggelam, kehabisan makanan dan minuman.
Diperkirakan sekitar 1.500 imigran yang kehilangan nyawa mereka di Laut Tengah pada 2011, kebanyakan mereka melarikan diri dari situasi tak menentu di Afrika Utara, kata Pemantau Hak Asasi Manusia.
Perkiraan jumlah korban jiwa pada 2012 lebih dari 300 orang.
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
