Logo Header Antaranews Lampung

PLN Sia-siakan Energi Panas Bumi

Rabu, 27 Februari 2013 07:38 WIB
Image Print
Tanpa energi listrik/ ilustrasi (Istimewa)

Bandarlampung (Antara Lampung) - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Lampung mengaku belum memanfaatkan secara maksimal potensi energi panas bumi (geotermal), mengingat harga energi tersebut dianggap masih mahal

"Sumber energi geothermal mencapai Rp1.000 per kWh, dan harga ini jauh lebih mahal dibandingkan penggunaan energi lainnya yang sudah tersedia," kata General Manager PT PLN Wilayah Lampung, Dyananto R.

Menurut dia, sampai saat ini penggunaan sumber energi yang tersedia masih mencukupi kebutuhan listrik di Lampung.

Ia memaparkan total pemakaian daya listrik di Lampung mencapai 592,8 mega Watt (MW), dan Lampung mendapatkan suplai listrik dari Sumatera Selatan sebesar 243 MW.

"Kalau selama ini terjadi pemadaman di beberapa tempat, itu bukan terkendala pasokan listriknya melainkan transmisinya sedang mengalami gangguan, dan saat perbaikan perlu dilakukan pemadaman," ujar dia pula.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendukung upaya pemanfaatan energi terbarukan sebagai sumber energi alternatif.

Energi Geotermal di Indonesia sangat melimpah dan sumber energi tersebut belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Menurut General Manager PT Pertamina Geothermal Energy wilayah kerja Ulubelu Khairul Razak, Lampung merupakan lumbung energi geotermal.

"Di wilayah Ulubelu berpotensi sumber energi geothermal 300 MW dan baru dioptimalkan sekitar 110 MW, dan penggunaannya baru 90 MW," ujar dia.

PT Pertamina, ujar dia, belum mengeksplorasi semua potensi energi panas bumi yang ada di Kecamatan Ulubelu, Tanggamus, Lampung, karena satu titik sumur berada di kawasan konservasi (hutan).

"Kami terkendala untuk melakukan pengeboran di sana, karena terkait perizinan untuk pengelolaan di kawasan hutan tidak boleh dilakukan penambangan," ujar dia lagi.



Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026