Logo Header Antaranews Lampung

Obama Akan Pidato Soal Pertumbuhan Ekonomi

Minggu, 10 Februari 2013 14:33 WIB
Image Print
Potensi keberhasilan pada masa jabatan keduanya itu sangat tergantung pada tingkat pertumbuhan ekonomi."

Washington (ANTARA/Reuters) - Presiden Barack Obama akan menjelaskan rencananya memacu perekonomian Amerika Serikat dalam Pidato Kenegaraan, yang akan disampaikannya pada Selasa.

Dalam pidatonya itu, ia akan membeberkan proposal terkait bidang investasi dalam infrastuktur, produksi, energi bersih dan pendidikan, kata pejabat tinggi pemerintah pada Sabtu.

Pada pidato tahunan yang disampaikan presiden AS di depan Kongres itu, Obama berencana untuk menunjukkan bahwa ia tidak kehilangan pandangan menyangkut masalah ekonomi yang dihadapi masyarakat kelas menengah Amerika.

Masalah-masalah tersebut mendominasi kampanye pemilihan presiden tahun 2012 lalu namun tertutup baru-baru ini oleh upaya memotong defisit, memperbaiki undang-undang keimigrasian serta menangani kekerasan senjata api.

"Potensi keberhasilan pada masa jabatan keduanya itu sangat tergantung pada tingkat pertumbuhan ekonomi," kata Ruy Teixeira, peneliti politik Center for American Progress.

"Tidak ada masalah yang dimiliki Demokrat yang tidak dapat ditangani dengan mewujudkan pertumbuhan cepat. Sebaiknya, tidak banyak yang bisa mereka lakukan jika pertumbuhan tetap lambat."

Obama sudah menjabarkan rencana pertumbuhan ekonomi yang dibuatnya ketika menyampaikan pidato di anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat asal Partai Demokrat pekan ini.

Pada kesempatan itu, ia mengatakan akan menekankan pentingnya pendidikan, pembangunan energi bersih serta infrastruktur.

Tidak ada keterangan rinci menyangkut prakarsa pada bidang infrastruktur, produksi, energi bersih dan pendidikan, yaitu aspek-aspek yang pertama kali dilaporkan oleh surat kabar The New York Times.

Kendati demikian, pengeluaran baru bidang apapun akan menghadapi tantangan berat dari kubu Republik di Kongres, yang mengarahkan perhatian mereka pada pemotongan anggaran serta mengurangi defisit.

Obama telah mendesak Kongres mengambil langkah-langkah untuk menunda pemotongan pembelanjaan pemerintah, yang akan diberlakukan tanggal 1 Maret mendatang.

Gedung Putih pada Jumat menggambarkan betapa pemotongan pembelajaan tersebut akan memberikan dampak yang menyakitkan bagi kehidupan rakyat Amerika.

Obama sebelumnya telah mengatakan bahwa ia bersedia bekerja sama dengan kubu Republik untuk memangkas anggaran bagi program Medicare dan Social Security, namun bersikeras untuk mengakhiri pemberian pengurangan pajak bagi perusahaan-perusahaan minyak, perusahaan permodalan swawta serta para pemilik perusahaan pesawat dalam upaya menambah pendapatan bagi pemerintah.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026