
Pasukan Mali-Prancis Bertempur Sengit Melawan Militan

Bamako (ANTARA/AFP) - Militan bentrok Rabu dengan pasukan Mali dan Prancis di dekat Konna, sebuah kota wilayah tengah yang perebutannya oleh gerilyawan pekan lalu mendorong intervensi militer Prancis, kata beberapa sumber keamanan.
"Pertempuran berlangsung tidak jauh dari Konna antara militan garis keras dan pasukan kami, dengan bantuan dari tentara Prancis," kata satu sumber militer Mali.
Satu sumber keamanan regional mengkonfirmasi keterangan itu namun tidak ada penjelasan terinci mengenai bantuan militer Prancis, yang meluncurkan ofensif darat pada Rabu setelah serangan-serangan udara enam hari.
Kelompok-kelompok militan yang sejak April menguasai Mali utara bergerak pekan lalu ke arah selatan ke wilayah yang dikuasai pemerintah dan merebut Konna, sekitar 700 kilometer melalui jalan darat dari Bamako, ibu kota Mali, yang membuat Prancis segera melakukan intervensi.
Meski militer Mali sebelumnya melaporkan mereka telah merebut kembali Konna, Menteri Pertahanan Prancis Jean-Yves Le Drian mengatakan Selasa bahwa zona itu masih dikuasai militan garis keras.
Daerah itu tidak bisa dijangkau oleh pengamat independen.
Prancis, yang bekerja sama dengan militer Mali, Jumat meluncurkan operasi ketika militan mengancam maju ke ibu kota Mali, Bamako, setelah keraguan berbulan-bulan mengenai pasukan intervensi Afrika untuk membantu mengusir kelompok garis keras dari wilayah utara.
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
