
NU Lampung Harus Tetap Independen

Jangan sampai nanti NU di Lampung ditunggangi oleh kepentingan kelompok atau partai tertentu, apalagi sampai NU dimanfaatkan demi kepentingan politik semata,"
Bandarlampung, 9/12 (ANTARA) - Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor asal Lampung M Irfandi Romas menyatakan Nahdlatul Ulama Lampung seharusnya tetap berdiri sendiri dan independen tanpa terikat partai tertentu yang akan mengganggu peran ormas Islam ini.
"Jangan sampai nanti NU di Lampung ditunggangi oleh kepentingan kelompok atau partai tertentu, apalagi sampai NU dimanfaatkan demi kepentingan politik semata," kata dia, di Bandarlampung, Minggu.
Menurut dia, tarik menarik kepentingan politik di tubuh NU Lampung itu dapat semakin kuat terjadi menjelang pemilihan gubernur (pilgub) dan pemilihan presiden (pilpres) yang semakin dekat.
"Jadi, NU Lampung harus lebih berperan dalam membina warga NU khususnya, dan juga umat Islam serta masyarakat Lampung umumnya," ujar Irfandi.
Memang tak bisa dipungkiri, kata dia lagi, KH Soleh Badjuri adalah kader dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), tetapi saya yakin beliau dapat memisahkan antara kepentingan politis dan kepentingan NU.
"Warga NU memang boleh berada di mana-mana, tetapi NU-nya tidak boleh dibawa ke partai mana pun karena organisasi masyarakat ini merupakan ormas yang harus independen," ujar dia lagi.
Sebelumnya, Soleh Badjuri telah terpilih sebagai Ketua NU Lampung periode 2012-2017, dalam Konferensi Wilayah (Konferwil) NU Lampung yang IX, Jumat-Minggu (7-9/12)di Pondok Pesantren Darussa`adah, Gunung Sugih, Lampung Tengah.
Muhidin Penata Gemilang, Sekretaris Panitia menjelaskan bahwa Konferwil NU Lampung IX tahun 2012/1434 Hijriah ini mengusung tema "Pemberdayaan Jamiyyah, Penguatan Hak-hak Jamaah Menuju Masyarakat Demokratis dan Berakhlak Karimah".
Konferwil yang diadakan di pondok pesantren yang dipimpin oleh KH Muhsin Abdillah ini dikuti oleh seluruh wakil 14 Pengurus Cabang (PCNU) kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.
Hajatan para Nahdliyin Lampung ini dibuka oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Dr KH Said Aqil Siraj pada Jumat (7/12) lalu.
Pada arena Konferwil, ajang pemilihan dimulai dengan sesi pemilihan Rois Syuriah, dengan bakal calon yakni KH Ngaliman Marzuqi (Ketua Tanfidziyah NU), KH Syamsuddin Thohir (Rois Syuriah) dan KH Muhsin Abdillah (Shohibul Bait/Pengasuh Pesantren Darussaadah).
Pada proses pemilihan Rois Syuriah terdapat satu suara abstain, KH Ngaliman Marzuqi mengantongi 10 suara, KH Muhsin Abdillah mendapat tiga suara, dan KH Syamsudin Thohir satu suara.
Sedangkan pada tahap bakal calon ketua Tanfidziyah muncul beberapa nama, antara lain KH R Soleh Badjuri (Pengasuh Pesantren Raudlotus Sholihin Palas, Lampung Selatan/Wakil Ketua Tanfidziyah PW NU Lampung) mendapatkan delapan suara, H Sugito (Ketua Tanfidziyah PC NU Tulangbawang Barat) mendapatkan enam suara, dan H Muhammad Ichwan (Dosen IAIN Raden Intan Lampung) mendapat satu suara.
Namun karena kurang dari tiga suara, akhirnya H Muhammad Ichwan tidak lolos pada tahapan selanjutnya.
Pada proses pemilihan Ketua Tanfidziyah, akhirnya H Sugito mendapatkan dukungan lima suara, dan KH Soleh Badjuri berhasil unggul dengan mengantongi 10 suara.ANT
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
