Logo Header Antaranews Lampung

Ekonomi Indonesia Terhambat Faktor BBM

Rabu, 28 November 2012 13:56 WIB
Image Print

Jakarta (ANTARA LAMPUNG) - Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengatakan struktur industri nasional yang lemah dan lambannya penyesuaian harga BBM bersubsidi menjadi kelemahan perekonomian Indonesia yang menghambat pertumbuhan.

Struktur industri yang lemah dan lambatnya penyesuaian harga BBM bersubsidi ini, membuat keseimbangan eksternal ekonomi Indonesia menjadi terganggu karena membuat defisit transaksi berjalan dalam Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) semakin besar sejak kuartal IV-2011.

"Sejak lama persoalan ini belum mampu kita atasi, jadi sebaiknya jangan sampai terjerumus makin jauh," kata Darmin dalam sebuah seminar di Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan, struktur industri nasional sangat lemah karena industri lebih mengandalkan pengolahan sektor primer seperti sumber daya alam, perkebunan dan pertambangan, sementara industri pengolahan atau manufaktur terus menurun.

"Kondisi ini membuat kita harus impor lebih banyak padahal perekonomian kita butuh industri yang bisa memenuhi kebutuhan bahan baku dan bahan modal," katanya.

Khusus mengenai harga BBM subsidi, Darmin menilai Pemerintah selalu terlambat melakukan penyesuaian harga sehingga tingginya impor BBM menjadi sumber tambahan defisit transaksi berjalan.

"Setiap kali terlambat, kebijakan yang diambil seringkali 'excessive', berlebihan dan kena kesana kemari," kata Darmin.

Bahkan, lanjut Darmin, dampak lambatnya kenaikan harga BBM bersubsidi ini juga memperburuk distribusi pendapatan masyarakat karena memberikan subsidi ke masyarakat kelas menengah atas.

"Persoalan industri memang membutuhkan waktu panjang untuk menyelesaikannya, tetapi persoalan BBM bisa diselesaikan dalam jangka pendek ini," katanya.

Meski demikian, Darmin menilai daya tahan perekonomian Indonesia masih cukup kuat menghadapi berbagai persoalan seperti krisis ekonomi dunia yang masih berlangsung di sebagian wilayah.

"Daya tahan ini bisa lama tergantung juga dari APBN, apakah penerimaannya bisa stabil terus, sehingga meski ekonomi dunia sedang krisis, Indonesia akan tahan," katanya.

Kemampuan daya tahan ekonomi Indonesia menghadapi krisis ekonomi dunia ini, menurut Darmin, merupakan kelebihan utama Indonesia saat ini.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026