
BI Lampung sebut pengembangan industri bioetanol perkuat sektor pertanian

Di Lampung ini segera dikembangkan kawasan industri bioethanol
Bandarlampung (ANTARA) - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung Bimo Epyanto mengatakan adanya pengembangan industri bioetanol di Provinsi Lampung, memperkuat sektor pertanian sebagai sektor primer dengan adanya pengelolaan komoditas lokal.
"Di Lampung ini segera dikembangkan kawasan industri bioethanol. Ini selain akan dikembangkan sebuah pabrik, nanti produknya pun digunakan untuk memenuhi kebutuhan regional serta nasional. Sehingga kebermanfaatannya sangat besar, sebab bahan bakunya seperti singkong, jagung, tebu, sorgum serta limbah kelapa sawit bisa disuplai oleh para petani di Lampung," ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto di Bandarlampung, Rabu.
Ia mengatakan adanya pengembangan kawasan industri bioetanol tersebut memberikan efek berganda bagi sektor pertanian. Dengan mengangkat petani dan produk pertanian Lampung agar bisa diolah, serta dibuat menjadi produk turunan berupa bioetanol.
Sehingga harga akan lebih tinggi, kesejahteraan petani meningkat, ada penciptaan lapangan kerja yang lebih terjamin dan akan membuat ekonomi daerah semakin baik.
"Akan tetapi pengembangan industri tersebut perlu terus dikaji secara mendalam, agar mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah. Sekaligus memperkuat sektor pertanian sebagai sektor primer Lampung," katanya.
Dia menjelaskan penting pula dilakukan pengukuran dampak investasi terhadap perekonomian Lampung, termasuk pengaruhnya terhadap sektor-sektor unggulan daerah seperti pertanian agar produksi komoditas bisa terserap maksimal.
"Karena itu diperlukan juga upaya mencari sumber pembiayaan alternatif serta mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam pembangunan daerah, untuk terus mendukung masuknya investasi seperti pengembangan kawasan industri dan pabrik bioethanol yang akan dibangun di sini," tambahnya.
Menurut dia, hal yang paling penting bukan hanya dari nilai investasi, akan tetapi adanya dampak terhadap perekonomian daerah dan sektor pertanian sebagai penyedia bahan baku.
"Hal ini perlu menjadi perhatian bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, kami siap mendukung upaya Pemerintah Provinsi Lampung dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi serta mendorong terciptanya pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif," ujar dia.
Diketahui pemerintah pusat telah menetapkan Provinsi Lampung sebagai lokasi perdana pengembangan ekosistem bioethanol nasional untuk mendukung program ketahanan energi serta penerapan campuran etanol 10 persen yang ditargetkan mulai berlaku pada 2028.
Diketahui target awal produksi bioethanol dari Lampung mencapai 240 ribu-250 ribu kiloliter per tahun atau sekitar 10 persen kebutuhan nasional. Pemerintah telah menyiapkan pembangunan empat titik produksi dengan kapasitas masing-masing 60 ribu kiloliter per tahun.
Dalam tahap pertama, pemerintah menyiapkan lahan sekitar 20 hektare untuk pembangunan kawasan pabrik bioethanol, lokasi pabrik direncanakan berada di Desa Kota Agung Tegineneng Pesawaran.
Sementara Kawasan penanaman sorgum memanfaatkan lahan register di sekitar Bandara Radin Inten II serta lahan milik PTPN Natar Lampung Selatan.
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
