
Lebih 2.000 Orang Gambia Terdampar

Banyak pendatang gelap ditahan di kamp, belakangan diangkut dengan truk bak terbuka dan akhirnya terdampar di gurun."
Banjul (ANTARA/Xinhua-OANA) - Lebih dari 2.000 pemuda Gambia yang berusaha mencari kehidupan yang lebih baik di Eropa terdampar di Libya, Mali dan Niger, demikian keterangan resmi yang dikeluarkan di Banjul, Gambis, Kamis (15/11).
Banyak pendatang gelap ditahan di kamp, belakangan diangkut dengan truk bak terbuka dan akhirnya terdampar di gurun.
Keterangan tersebut juga mengatakan mereka dipukuli dan uang serta barang berharga mereka disita oleh anggota milisi bersenjata Libya yang menamakan diri mereka "anak-anak ashma". Kelompok itu berkeliaran di gurun untuk mencari calon migran, kata Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Jumat.
Situasi tersebut membuat para pejabat PBB di Libya mengungsikan ratusan calon migran ke kamp yang aman di Agadez di Niger. Di sana mereka ditingglakan tanpa air dan makanan yang cukup, demikian keterangan itu.
Dari 2011 sampai 2012, pemerintah Gambia dan badan pengungsi PBB, UNHCR, telah tiga kali memulangkan warganegara Gambia dari Libya --yang dilanda konflik.(ANTARA).
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
