Logo Header Antaranews Lampung

Pencarian Korban Feri Dilanjutkan

Senin, 1 Oktober 2012 07:30 WIB
Image Print
Seorang petugas dari Palang Merah Indonesia memeriksa kesehatan salah satu anggota penyelam khusus di Posko Tim SAR Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Minggu (30/9). FOTO ANTARA/Kristian Ali.

Bakauheni (ANTARA LAMPUNG) - Tim SAR Gabungan pada Senin kembali melakukan penyelaman di titik ditemukannya bangkai KMP Bahuga Jaya untuk melakukan evakuasi korban yang diduga masih terjebak di dalam kapal nahas tersebut.

Humas Tim SAR gabungan yang melakukan evakuasi di Bakauheni, Agolo, mengatakan, pihaknya hari ini memang menjadwalkan penyelaman untuk menjangkau bangkai KMP Bahuga Jaya yang berada di kedalaman 76 meter di dasar laut.

Para penyelam yang akan melakukannya adalah tim penyelam khusus dari Armabar TNI Angkatan Laut yang berangkat menuju lokasi menggunakan rubber boat "Sea Raider" sebanyak 13 orang dan rencananya akan menyelam di titik selam yang telah di tandai itu.

Ia menyebutkan hari ini memang melakukan penyelaman, karena kemarin Minggu (30/9), tim SAR gabungan masih menandai titiknya bangkai kapal sebelum menyelam, karena arus bawah laut sangat deras membuat kapal tersebut terus bergeser sejauh 0,8 mil arah utara dari titik awal tenggelam.

Ia menerangkan, petugas kemarin masih kesulitan memasang alat penanda posisi kapal atau SSBA "Surface Supllied Breathing Aparatus" karena arus cukup deras dengan kecepatan sampai 8,0 knot, sehingga petugas menambahkan beton cor sebagai pemberat alat penanda tersebut di dasar laut.

"Setelah peralatan tersebut terpasang, maka tim penyelaam khusus akan segara terjun untuk menjangkau bangai kapal yang berada di kedalaman 76 kilometer," jelas Agolo.

Ia berharap, upaya penyelaman hari ini berjalan lancar dan bangkai kapal dapat dijangkau oleh para penyelam khusus agar mendapat gambaran jelas mengenai kondisi kapal yang diduga masih ada korban yang terjebak karena tidak sempat menyelamatkan diri saat tenggelam beberapa hari lalu.

Kepala Cabang PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Yanus Lentanga, mengatakan, kemungkinan masih ada penumpang yang masih terjebak di dalam kapal tersebut.

Namun, kata dia, penumpang yang masih terjebak itu kemungkan para pengasong, pedagang kantin, pemulung dan para penumpang yang naik kapal tanpa manifes seperti saudara-saudara para anak buah kapal itu.

Ia mengatakan, dari 213 penumpang yang telah di evakusi baik yang selamat, hilang atau meninggal telah sesuai dengan jumlah manifes yang ada sehingga jika ada korban lagi kemungkinan bukan penumpang yang naik melalui prosedur dengan membeli tiket.



Pewarta :
Editor: Gatot Arifianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026