Logo Header Antaranews Lampung

Arus Balik Pemudik Melonjak

Jumat, 24 Agustus 2012 00:49 WIB
Image Print
Arus balik kendaraan pemudik tujuan Jawa meningkat tajam pada Jumat dini hari di Pelabuhan Bakauheni, Lampung. (FOTO ANTARA LAMPUNG/Hisar Sitanggang)

Bakauheni (ANTARA LAMPUNG)- Arus balik pemudik yang melintasi Jalinsum Lampung, baik dari arah Pelabuhan Bakauheni maupun menuju pelabuhan penyeberangan itu, makin padat pada Jumat dini hari.

Berdasarkan pantauan di mulai Bandarlampung, Kalianda dan kawasan Bakauheni pada Jumat dini hari, arus balik kendaraan pemudik tidak hanya didominasi mobil pribadi, tetapi juga motor dan bus penumpang antarprovinsi.

Meski kondisi jalan banyak berlubang, sedang kendaraan pribadi, travel dan bus banyak yang melaju kencang dan ugal-ugalan di jalan lintas tersebut, namun pengendara motor pada arus balik kali ini tetap memilih melintas menuju Pelabuhan Bakauheni pada malam hari untuk menghindari terik matahari pada siang hari.

Motor arus balik itu juga membawa anak-anak balita dan sarat muatan. Berkendara malam hari tentu berbahaya bagi keselamatan mereka, apalagi kendaraan roda empat juga menggunakan lampu berdaya besar sehingga menyilaukan penggguna jalan lainnya, terutama motor.

Sementara itu, arus balik pemudik dari Jawa ke Sumatera meningkat tajam pada Jumat dini hari dibandingkan sebelumnya.

Kendaraan arus balik dari Sumatera menuju Jawa, atau dari Jawa ke Sumatera, terlihat padat melintasi Jalinsum.

Kendaraan itu selalu berkonvoi saat melintas. Jumlah kendaraan dalam konvoi itu juga panjang dan melaju dengan kencang.

Bus penumpang antarprovinsi juga ramai melintasi Jalinsum, baik tujuan Jawa atau dari pulau itu ke Sumatera.

Berdasarkan pantauan di Bakauheni, puluhan bus penumpang terlihat mengantre panjang bersama kendaraan pribadi lainnya di Pelabuhan Bakauheni, seperti dermaga tiga, pada Jumat dini hari.

Hampir seluruh kendaraan dari Jawa ke Sumatera maupun sebaliknya, menggunakan jasa penyeberangan melalui Pelabuhan Merak Banten dan Bakauheni Lampung.



Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026