
Pasokan BBM Di Lampung Lancar

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Petugas stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) di wilayah Bandarlampung menyebutkan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dari Pertamina Wilayah Sumbagsel cenderung lancar sejak Ramadhan lalu sehingga tidak ada antrean panjang kendaraan bermotor di SPBU tersebut.
"Tidak seperti tahun lalu, pasokan BBM dari Pertamina tahun ini lancar. Karenanya, warga tidak panik dan mereka membeli BBM sesuai kebutuhannya," kata Mahmuda, salah satu petugas SPBU di kawasan Wayhalim Bandarlampung, Kamis.
Ia menyebutkan kendaraan roda empat yang antre paling banyak empat sampai enam mobil, itupun jarang terjadi. Sedang jumlah motor yang mengantre tidak sampai mengular ke tubuh jalan seperti tahun lalu.
Ia juga menyebutkan volume penjualan BBM hanya meningkat tipis dibandingkan hari biasa, dan premium yang tetap jadi pilihan utama para pengendara.
Harga pertamax di Bandarlampung sekarang ini mencapai Rp10.350/liter, atau jauh lebih mahal dibandingkan premium yang harganya Rp4.500/liter.
Pasokan BBM ke sejumlah SPBU di ruas Jalinsum juga lancar sehingga antrean panjang kendaraan pemudik juga tidak terjadi di SPBU tersebut.
Seperti di SPBU kawasan Sukarame dan Kalibalok Bandarlampung, tidak terlihat antrean panjang di stasiun pengisian bahan tersebut, padahal lokasi kedua SPBU itu persis berada di sisi Jalinsum.
Pasokan BBM lancar terutama di rute arus mudik dan arus balik lebaran karena Pertamina sebelum Ramadhan telah menambah pasokan BBM ke SPBU sejak sebelum bulan puasa.
Berkaitan itu, Pertamina telah menambah armada tangki pengangkut BBM ke SPBU di wilayah Lampung. Pertamina Wilayah Sumbagsel memiliki 115 armada tangki yang siap beroperasi dan semuanya dalam kondisi baik.
Guna meningkatkan suplai BBM itu, Pertamina juga telah menambah dua unit tongkang/tanker sebagai tambahan suplai BBM menghadapi arus mudik dan arus balik pemudik.
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
