Logo Header Antaranews Lampung

Tempat Wisata Di Lampung Ramai

Senin, 20 Agustus 2012 12:02 WIB
Image Print
Sejumlah pengunjung memanfaatkan pasang surut di Pulau Tangkil dengan mencari kerang dan biota laut lainnya. (FOTO ANTARA LAMPUNG/Hisar Sitanggang)

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG)- Sejumlah tempat wisata di Provinsi Lampung, seperti Pantai Mutun, Pulau Tangkil dan Pasir Putih, mulai ramai pengunjung sejak kemarin sore hingga hari kedua Lebaran.

Berdasarkan pantauan di Pantai Mutun dan Pulau Tangkil Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, pada Minggu sore dan Senin pagi, pengunjung di objek wisata pantai itu selain warga Lampung, juga banyak kaum pendatang dari daerah Sumatera lainnya dan Pulau Jawa.

Di areal parkir Pantai Mutun banyak terlihat mobil-mobil pribadi asa; lua daerah, seperti BG (Palembang), B (Jakarta) dan D (Bandung).

Untuk masuk ke objek wisata itu, setiap kendaraan dikenakan dikenakan pungutan liar sebanyak Rp2.000 dengan asalan sebagai pengganti biaya perbaikan jalan, kemudian biaya parkir kendaraan L Rp10.000 (mobil) dan biaya masuk Rp5.000/orang.

Setiap pengunjung yang ingin menggunakan fasilitas di Pantai Mutun juga dikenakan biaya lain yang nilainya cukup besar, seperti biaya sewa pondok RP50.000-Rp100.000.

Selain menikmati air laut dengan berendam atau berenang, banyak juga pengunjung memanfaatkan fasilitas yang tersedia di objek wisata itu, seperti banana boat berbiaya Rp20.000/orang, sewa ban Rp5.000 dan main kano Rp20.000/jam.

Namun, kondisi Pantai Mutun umumnya kotor dan sampah berserakan. Selain itu, pantainya juga dipenuhi batu karang sehingga mengganggu kenyamanan pengunjung untuk bermain di air laut atau berenang.

Berdasarkan pantauan, banyak juga pengunjung yang mengunjungi Pulau Tangkil, sekitar 10 menit pelayaran dari Pantai Mutun.

Untuk mengunjungi Pulau Tangkil, pengunjung dikenakan biaya sewa perahu Rp10.000/orang, padahal bianya pada hari biasa hanya Rp5.000/orang.

Kemudian, setiap pengunjung yang memasuki pulau itu dikenakan juga biaya Rp3.000/orang, sedang biaya sewa pondok Rp50.000/hari.

Beberapa pengunjung asal luar Bandarampung menyebutkan mereka memilih bermalam di Pulau Tangkil, meski tidak ada fasiitas penginapan di pulau tersebut, agar bisa menikmati suasana laut serta berendam air laut pada subuh.

Banyak juga pengunjung yang memanfaatkan sejumlah fasilitas yang tersedia di pulau itu, seperti jet air, banana boat atau menyelam dangkal (snorkeling). Biaya sewa fasilitas untuk keperluan selam dangkal itu Rp30.000/jam.

Sejumlah pengunjung asal Bandung mengeluhkan kondisi karang di Pulau Tangkil yang rusak parah, padahal pulau itu memiliki potensi wisata selam karena jaraknya yang dekat dari Bandarlampung.

"Karang-karangya hancur, sulit melihat keindahan laut, begitu juga biotanya," kata Eris,salah satu pengunjung asal Bandung.

Para pencita snorkeling lainnya, Ade, Yuli dan Kris, juga mengeluhkan kerusakan terumbu karang di Pulau Tangkil itu.



Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026