
Jesus Navas Selamatkan Spanyol

Hukuman berat diperkirakan akan diberikan presiden UEFA Michel Platini, yang sebelumnya pernah menyatakan bahwa badan sepak bola Eropa tidak memberi toleransi terhadap masalah rasisme."
Gdansk (ANTARA/AFP) - Juara bertahan, Spanyol, maju ke perempat final Piala Eropa 2012 setelah pemain pengganti, Jesus Navas, mencetak gol kemenangan 1-0 atas Kroasia pada pertandingan terakhir Grup C di Gdansk, Senin (Selasa dini hari WIB).
Spanyol lolos sebagai juara Grup C dan akan memainkan pertandingan perempat final mereka di Donetsk, Ukraina, pada Sabtu mendatang melawan peringkat kedua Grup D, sedangkan Italia menduduki peringkat kedua berkat kemenangan 2-0 atas Irlandia di Poznan.
Tampil menggantikan bintang Chelsea, Fernando Torres, pada babak kedua, pemain Sevilla itu mencetak gol kemenangan bagi Spanyol di menit ke-88, setelah Cesc Fabregas melepaskan umpan cungkil melewati pertahanan Kroasia dan Andres Iniesta menyodorkan operan terakhir.
Juara Piala Dunia ini memuncaki grup dengan tujuh poin setelah mereka bermain imbang 1-1 dengan Italia pada partai pembuka, dan menang 4-0 dari Irlandia. Sedangkan di sisi Kroasia, ini adalah hasil yang memberi kesedihan bagi pelatih Kroasia, Slaven Bilic.
Pelatih Spanyol, Vicente del Bosque, tidak mengganti komposisi tim, sedangkan Bilic merubah formasi 4-4-2 yang ia pakai saat meraih kemenangan dari Irlandia, dan menghadapi Italia dengan formasi 4-2-3-1.
Seperti ketika mereka menghancurkan Irlandia pada Kamis, Spanyol memulai dengan penguasaan bola sebanyak 80 persen, yang tidak pernah turun ke angka 60 persen, sedangkan Kroasia terlihat lebih mengandalkan bola-bola panjang yang ditujukan kepada penyerang tunggal, Mario Mandzukic.
Pada saat yang langka terjadi di area permainan Spanyol, Danijel Pranjic melepaskan tembakan ke arah sisi kiri kiper Spanyol, Iker Casillas, yang menjinakkan tembakan kaki kiri ini dengan mudah di menit ke-25.
Bek Kroasia, Vedran Corluka, mendapat kartu kuning setelah wasit asal Jerman, Wolfgang Stark memilih untuk tidak memberi hadiah penalti pada Kroasia, setelah Sergio Ramos melakukan tekel yang mengenai pergelangan kaki Mandzukic.
Sampai babak pertama usai belum ada gol yang tercipta dan kabar keunggulan Italia atas Irlandia meningkatkan ketegangan di Stadion Gdansk ketika babak kedua berlangsung.
Peluang terbaik Kroasia didapat pada menit ke-60, ketika Luka Modric melepaskan umpan silang yang disambut sundulan Ivan Rakitic, namun Casillas mampu menggagalkan peluang terbaik mereka di pertandingan ini.
Setelah bermain kurang efektif pada 60 menit bergulirnya pertandingan, Torres membuka jalan bagi Jesus Navas untuk memainkan formasi tiga pemain di lini depan, namun kedua tim masih gagal memanfaatkan peluang yang dimilikinya.
Dengan pertandingan semakin mendekati masa akhir, pukulan menentukan terjadi ketika Cesc Fabregas mengirimkan umpan terobosan melambung melewati pertahanan Kroasia untuk Iniesta, yang kemudian menaklukkan kiper Stipe Pletikosa, untuk dituntaskan melalui sepakan keras Navas, dan membawa Spanyol ke babak delapan besar.
Masih ada kabar buruk lain bagi Kroasia pada Selasa, ketika UEFA diharapkan akan mengambil tindakan tegas terhadap dugaan lagu-lagu rasis yang dinyanyikan pendukung Kroasia, yang ditujukan kepada penyerang Italia, Mario Balotelli, saat kedua tim bermain imbang 1-1 pekan lalu.
Hukuman berat diperkirakan akan diberikan presiden UEFA Michel Platini, yang sebelumnya pernah menyatakan bahwa badan sepak bola Eropa tidak memberi toleransi terhadap masalah rasisme.
Badan sepak bola Eropa telah menjatuhkan ancaman pengurangan enam poin bagi Rusia di kualifikasi kejuaraan Eropa selanjutnya, setelah misil dan kembang api dilemparkan ke lapangan saat mereka melakukan debut di pertandingan Grup A melawan Republik Ceko pada 8 Juni. (ANTARA).
Pewarta :
Editor:
M. Tohamaksun
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
