Logo Header Antaranews Lampung

Persaingan Pasar Sedan Kian Ketat

Senin, 30 April 2012 11:32 WIB
Image Print

Jakarta (ANTARA LAMPUNG) - Sedan bukan jenis kendaraan favorit di Indonesia. Namun seiring dengan naiknya jumlah kalangan kelas menengah di negeri ini, pasar sedan cukup menggiurkan.

Berdasarkan data Bank Dunia, populasi kelas menengah di Indonesia terus meningkat. Bila pada 2003 jumlahnya mencapai 37,7 persen dari jumlah penduduk, maka pada 2010 tumbuh menjadi 56,5 persen atau sebesar 134 juta jiwa.

Dengan pendapatan per kapita nasional sebesar 3.600 dolar AS, pasar domestik makin menjanjikan untuk industri otomotif.

Karena itu, tidak mengherankan bila sejak tahun lalu dan tahun ini, bahkan tahun depan, banyak prinsipal (pemegang merek) otomotif menambah investasi mereka, melalui perluasan pabrik atau bahkan membangun pabrik baru.

Bahkan pemimpin pasar otomotif di Indonesia yaitu Toyota, mulai membidik produksi sedan di Indonesia pada fasilitas pabriknya yang baru.

Hal itu dikemukakan langsung oleh Eksekutif Wakil Presiden Direktur Toyota Motor Corp (TMC) Yukitoshi Funo ketika berkunjung ke Indonesia dan menemui Menteri Perindustrian MS Hidayat, terkait investasi tambahan sebesar sekitar Rp4,1 triliun tahun lalu.

Namun, TMC nampaknya akan memanfaatkan fasilitas produksinya untuk segmen pasar sedan yang cukup besar yaitu sedan pemula (entry level) yaitu Toyota Vios dan sedan buntung (hatchback) Yaris.

Sementara untuk sedan menengah yang pasarnya lebih kecil, TMC masih akan mengandalkan Thailand untuk memasok Toyota Camry.

Meski pasarnya kecil, segmen sedan menengah bagi Toyota tetap penting, terkait citra merek.

Sejak 1998 melalui PT Toyota Astra Motor (TAM) sebagai agen tunggal pemegang mereknya, Toyota memperkenalkan Camry di Indonesia.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pasar sedan menengah sangat kecil. Pada 2011 dari total penjualan mobil domestik secara ritel yang mencapai 894.164 unit, penjualan sedan medium hanya sekitar 4.034 unit atau hanya sekitar 0,45 persen.

Dari jumlah tersebut Toyota mendominasi pasar dengan pangsa sebesar 44,7 persen atau penjualan Camry sebanyak 1.805unit.

"Pasar sedan di Indonesia memang sangat kecil, kurang dari lima persen dari pasar mobil secara nasional. Sedangkan pasar sedan menengah tidak lebih dari dua persen," kata Presdir TAM Johnny Darmawan yang juga menjadi salah satu Ketua Gaikindo.

Di tengah pasar yang sempit tersebut, Toyota yang sejak 2007, lima tahun terakhir, memimpin pasar di segmen tersebut, harus bersaing ketat, terutama dengan Honda Accord yang tahun lalu menguasai 30,6 persen pasar dengan penjualan 1.234 unit.

Dalam triwulan I 2012, penjualan sedan menengah di dalam negeri mencapai angka 894 unit atau turun sekitar 34,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 1.365 unit.

Pada triwulan pertama 2012 itu, Toyota kembali memimpin pasar dengan angka penjualan 530 unit atau 59,3 persen dari total penjualan sedan menengah di dalam negeri.

Turunnya penjualan pada triwulan pertama, terkait dengan terhentinya pasokan sedan Honda dari Thailand menyusul dampak banjir di negeri "Gajah Putih" itu.

Persaingan pasar sedan menengah akan makin ketat, pada triwulan kedua tahun ini dengan kembali pulihnya pasokan sedan Honda, terutama Accord, ke Indonesia.

Direktur Pemasaran dan Purnajual PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy mengakui hingga Maret, Honda belum dapat memenuhi permintaan konsumen untuk model-model sedan yang diimpor langsung dari Thailand.

Namun pada triwulan II, diperkirakan pasokan sedan Honda mulai pulih, dan HPM siap bersaing kembali di segmen sedan menengah.

"Kami akan fokus untuk segera memenuhi permintaan konsumen yang telah memesan produk Honda," ujarnya.

Selain Honda, ada sejumlah merek kuat lainnya yang masuk ke pasar sedan menengah yaitu Mazda seri 6 dan Nissan Teana. Kedua pemain otomotif dari Jepang tersebut cukup agresif memasuki pasar tersebut.

Pada 2011 Nissan menguasai 7,6 persen pasar sedan menengah dengan angka penjualan Teana sebesar 305 unit dan Mazda menguasai 3,4 persen dengan penjualan sebesar 136 unit.

Selain pemain dari Jepang, prinsipal dari Eropa, yaitu BMW juga masuk ke pasar sedan menengah melalui BMW Seri 1. Tahun lalu industri otomotif dari Jerman itu menguasai sekitar 0,4 persen pasar dengan angka penjualan 16 unit.

Kendati persaingannya sangat ketat, GM Perencanaan Pemasaran dan Hubungan Konsumen TAM, Widyawati Soedigdo mengaku tidak khawatir dan optimis Toyota melalui All New Camry akan kembali merajai pasar sedan menengah.

"Apalagi tahun ini kami membawa All New Camry model hibrid yang lebih ramah lingkungan, irit BBM, lebih mewah, dan harganya lebih murah dibandingkan versi tertinggi sebelumnya Camry 3.5Q," katanya.

All New Camry model hibrid (2.5HV) dipasarkan dengan harga Rp635,6 juta/unit, turun dibandingkan Camry 3.5Q yang harganya Rp665,5 juta/unit.

"Kami menargetkan bisa menguasai lebih dari 55 persen pasar sedan menengah tahun ini," ujar Widyawati.

Pasar sedan menengah diperkirakan menembus angka 5.000-an unit tahun ini, tumbuh tipis dibandingkan tahun lalu.

Proyeksi pertumbuhan, menurut Widyawati, terkait optimistis kalangan kalangan pelaku bisnis otomotif, termasuk Toyota, bahwa pembatasan BBM bersubsidi tidak mengganggu pertumbuhan permintaan mobil di Indonesia.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026