Logo Header Antaranews Lampung

Pasokan Beras Masih Lancar

Rabu, 11 Januari 2012 06:51 WIB
Image Print
BERAS ORGANIK LAMPUNG ((ANTARA/Hisar Sitanggang))

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG)- Pasokan beras dari penggilingan ke sejumlah sentra penjualan beras di Kota Bandarlampung pada pekan kedua Januari 2012 masih lancar, meski musim hujan terjadi di wilayah Lampung sehingga memperlama proses pengeringan gabah.

Menurut sejumlah pedagang beras di Pasar Tugu Bandarlampung, Rabu, sejauh ini pasokan beras masih lancar dari agen, namun harganya yang cenderung naik.

"Harga beras termurah saya jual sekarang Rp7.600/kg, padahal harga beras ini pernah mencapai Rp4.800/kg. Belum ada pasokan beras, meski musim hujan berdampak terhadap pengeringan gabah," kata Rodjie, salah satu pedagang setempat.

Ia menyebutkan beras masih mudah didapatkan dari sejumlah sentra penghasil beras di Provinsi Lampung, seperti Kalianda, Tanggamus dan Pringsewu.

Beras asal Lampung juga banyak diminati daerah lain karena mutunya yang lebih baik.

Dia menyebutkan harga beras asalan ini berkisar Rp7.600- Rp8.000/kg, beras medium Rp8.500- Rp9.500/kg dan beras premium sudah mencapai Rp10.000- Rp13.000/kg.

Para pedagang memperkirakan harga beras sekarang ini sudah mendekati puncaknya sehingga sulit naik di pekan depan, kecuali terjadi hal luar biasa, seperti bencana alam.

Sementara itu, Sumiati, pedagang beras di Perumnas Wayhalim, mengatakan harga beras super saat ini berkisar Rp9.700-Rp10.000 per kilogram, yang sebelumnya antara Rp9.500-Rp9.700 per kilogram.

"Kenaikan tersebut dikarenakan persediaan di penggilingan mulai menipis karena petani memasuki musim tanam. Untuk beras berkualitas paling rendah dijual Rp8.400 per kilogram," katanya.

Produksi beras Lampung tahun 2011 mengalami surplus sebesar 800.000 ton. Produksi padi meningkat 6,03 persen dari 2,80 juta ton di 2010 menjadi 2,97 Juta ton pada 2011.

Peningkatan terjadi karena semua stakeholder pertanian berupaya keras mensukseskan Gerakan Nasional (GERNAS) Peningkatan Produksi Padi Sebesar 7 persen di 2011.



Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026