Logo Header Antaranews Lampung

Harga Gula Pasir Bertahan Tinggi

Rabu, 16 November 2011 08:32 WIB
Image Print
Gula pasir curah di pasar swalayan (Foto ANTARA/Hisar Sitanggang)

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG)- Harga gula pasir di Kota Bandarlampung pada pekan ketiga November masih bertahan tinggi, namun pasokan bahan pemanis itu masih lancar hingga ke tingkat pengecer.

Sejumlah pedagang sembako di kawasan Sukarame Bandarlampung, Rabu, menyebutkan harga gula bertahan tinggi sejak Oktober lalu.

Harga gula pasir di tingkat agen berkisar Rp9.200- Rp9.500/kg, dan di tingkat pengecer Rp10.000- Rp11.000/kg.

"Harganya memang bertahan tinggi, namun stoknya masih cukup banyak," kata Edy, salah satu pengecer gula.

Di sejumlah pasar modern, harga gula juga masih bertahan tinggi seperti bulan lalu.

Di salah satu pasar modern terbesar di Bandarlampung, harga gula pasir curah Rp10.750/kg dan gula pasir dalam kemasan Rp12.500/kg. Harga gula pasir curah pada September di swalayan itu masih Rp10.500/kg.

Sementara itu, Pemprov Lampung kembali menyebutkan stok gula di daerah itu cukup hingga akhir tahun.

Stok gula pada akhir Desember 2011 diprediksi mencapai 128.865 ton, sementara kebutuhan warga setempat atas gula hanya berkisar 9.000 ton hingga 10.000 ton sebulan.

Sejumlah pedagang gula di sejumlah pasar tradsional di Kota Bandarlampung seperti Pasar Gintung, Kangkung dan Bambukuning mengatakan pasokan gula tetap lancar, kendati musim kemarau panjang masih melanda Lampung.

Lampung merupakan salah satu daerah penghasil gula terbesar di Tanah Air atau menyumbang 35 persen terhadap produksi gula nasional. Produksi gula di daerah itu mencapai 800 ribu ton/tahun.

Salah satu sentra produksi gula di Provinsi Lampung adalah Kabupaten Waykanan.

Di Kabupaten itu terdapat areal perkebunan tebu seluas 9.387 ha yang dikelola PT Pemuka Sakti Manis Indah (PSMI). Selain mengelola perkebunan, perusahaan itu juga memilik pabrik gula dengan kapasitas produksi 5.000 ton/bulan.



Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026