Logo Header Antaranews Lampung

Penjualan Hewan Kurban Meningkat

Selasa, 1 November 2011 09:47 WIB
Image Print
harga hewan kurban sapi dan kambing melonjak hingga 40 persen lebih

Liwa (ANTARA LAMPUNG) - Penjualan hewan Kurban di Kabupaten Lampung Barat, menjelang hari raya Idul Adha 2011 meningkat hingga 30 persen.
"Menjelang hari raya Idhul Adha penjualan hewan Kurban merangkak naik, membuat pedagang menambah stok hewan baik sapi maupun kambing, sehingga mampu mencukupi permintaan masyarakat," kata pedagang hewan kurban di Kecamatan Way Tenong, Lampung Barat, Sanusi, Selasa.
Dia menjelaskan, harga hewan kurban sapi dan kambing melonjak hingga 40 persen lebih.
Menurut dia, pendapatan pedagang hewan kurban meningkat, sehingga mampu menambah modal guna mencukupi pasokan hewan kurban untuk memenuhi permintaan pasar.
"Saya mencari stok dari masyarakat peternak yang tersebar di beberapa wilayah di daerah ini, dan bersyukur pasokan tidak mengalami kendala, pasalnya sebagian besar masyarakat setempat mengembangkan peternakan, sehingga stok yang dimilki berlimpah," kata dia lagi.
Masih kata pedagang itu, dipastikan permintaan hewan kurban akan melonjak 70 persen pada H-2 Idhul Adha mendatang.
Kemudian lanjut dia, tingginya harga hewan kurban tidak menyurutkan minat masyarakat untuk membeli hewan tersebut.
"Saya berharap penjualan hewan kurban akan semakin melonjak, sehingga pendapatan peternak maupun pedagang dapat meningkat dan target penjualan dapat terpenuhi dengan baik," katanya.
Harga sapi yang dijual pedagang di Lampung Barat bervariasi mulai dari Rp13 juta hingga Rp15 juta per ekor, sementara itu harga kambing mencapai Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per ekor, harga tersebut tergantung dengan kondisi hewan, semakin besar maka harga semakin melambung.
Rata-rata pedagang mampu menjual sekitar delapan hingga 15 ekor sapi maupun kambing, sebagian besar pedagang optimistis mendekati H-2 Idul Adha penjualan hewan kurban melonjak hingga 70 persen lebih.
Sementara itu Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lampung Barat, Murco Cahyo mengatakan, pemerintah akan mengawasi ketat penjualan hewan kurban mendekati Hari Raya Idul Adha.
"Pengawasan yang dilakukan petugas sebagai langkah untuk mencegah masuknya hewan terjangkit penyakit dan tidak layak di sembelih, selain itu pengawasan tersebut untuk memberikan rasa tenang terhadap masyarakat dalam mengkosumsi daging hewan kurban yang didapat tersebut," kata dia.
Dia menjelaskan, daerah perbatasan dan pedagang hewan kurban menjadi target pengawasan pemerintah daerah.
Menurut Murco, Lampung Barat tergolong daerah yang aman terhadap peredaran hewan bermasalah.
"Sosiallisasi dan himbauan terus digencarkan pemerintah daerah terhadap masyarakat sehingga dari sosiallisasi tersebut masyarakat semakin paham bagaimana mengenali ciri hewan yang terjangkit penyakit, selain itu bila ditemukan pedagang menjual hewan kurban yang bermasalah maka dengan tegas petugas akan memberikan sanksi," katanya. Ant



Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026