
Stok Sayuran Di Lamsel Turun

Kalianda (ANTARA LAMPUNG) - Pasokan sayur-mayur lokal ke sejumlah pedagang di pedagang pasar tradisional Kabupaten Lampung Selatan menurun akibat musim kering yang melanda daerah tersebut.
Pedagang di Kecamatan Tanjungbintang, Nursiyah, mengatakan, di Tanjungbintang, Senin, saat ini pasokan dari petani daerah tersebut berkurang akibat kemarau yang semakin parah melanda lahan tanam petani.
"Sumber air benar-benar kering sehingga sayuran petani banyak yang layu karena tidak dapat disiram rutin," katanya.
Dia menyebutkan, jenis sayuran yang sulit didapatkan dari petani seperti, bayam, sawi, kacang panjang, daun singkong, daun kangkung, pare, mentimun dan terong selama beberapa pekan ini.
Pedagang sayuran lainnya, Kuncoro, mengatakan, saat ini pasokan sayuran dari petani memang sudah menipis padahal permintaan meningkat sehingga pedagang kesulitan mencukupi kebutuhan konsumen.
Dia mengatakan, sebenarnya sayuran sangat cocok ditanam saat kemarau namun sumber air untuk menyiram harus tersedia agar sayuran tersebut tidak layu dan mati.
"Kemungkinan yang masih tersedia hanya daun singkong meskipun jumlahnya sudah menurun dibandingkan saat musim hujan," imbuhnya.
Lalu, untuk jenis kacang panjang dan mentimun masih ada namun, saat ini buahnya sudah tidak produktif lagi karena kekurangan air sementara setiap dua hari sekali harus disiram secara rutin oleh petani.
Sementara ini, katanya untuk mencukupi kebutuhan masyarakat, pedagang mendatangkan dari luar daerah yang memiliki sumber air memadai untuk menanam sayuran seperti Kabupaten Lampung Timur.
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
