Bandarlampung, Lampung (ANTARA) - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan adanya peningkatan produktivitas pertanian dapat mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan di wilayahnya.

"Peningkatan produktivitas di sektor pertanian menjadi kunci utama dalam memperkuat ketahanan pangan dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di daerah," ujar Rahmat berdasarkan keterangannya yang diterima di Bandarlampung, Lampung, Rabu.

Ia mengatakan dalam upaya mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan, Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui berbagai program strategis, di antaranya pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, penyediaan dryer jagung, dan penguatan distribusi pupuk.

Selanjutnya, modernisasi alat dan mesin pertanian, hilirisasi produk pertanian, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.

"Kita tidak boleh berhenti pada produktivitas hari ini. Kalau produktivitas padi bisa naik dari lima ton menjadi delapan ton per hektare, maka pendapatan petani juga akan meningkat signifikan," katanya.

Menurut dia, Provinsi Lampung masih memiliki peluang besar untuk meningkatkan hasil produksi karena produktivitas pertanian daerah saat ini masih berada di bawah sejumlah negara lain seperti Vietnam dan Tiongkok.

Selain itu, ia pun mengingatkan bahwa dunia berpotensi menghadapi ancaman krisis pangan dalam beberapa tahun mendatang.

Oleh sebab itu, daerah produsen pangan harus memperkuat kapasitas produksi serta menjaga stabilitas pasokan pangan.

"Daerah yang memiliki pangan akan menjadi daerah yang kuat dan stabil. Oleh karena itu, Lampung harus siap menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan nasional," ucap dia.

Dia juga meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota, instansi vertikal, BUMN, serta pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung peningkatan produksi pangan di Provinsi Lampung.

Melalui integrasi program pembangunan menuju tujuan bersama yakni memperkuat produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat.

"Seluruh kebijakan yang kita buat harus berdampak langsung kepada masyarakat. Ketika pertanian tumbuh, maka ekonomi daerah akan tumbuh, kemiskinan berkurang, dan kualitas sumber daya manusia akan meningkat," tambahnya.

Ia menyampaikan Provinsi Lampung memiliki posisi strategis sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Dengan luas wilayah mencapai sekitar 3,3 juta hektare dan lebih dari 1,2 juta hektare lahan pertanian produktif, Lampung menjadi penopang utama produksi pangan di Sumatera dan sebagian Pulau Jawa.

"Fondasi utama ekonomi Lampung adalah pertanian. Karena itu, pembangunan sektor pertanian harus menjadi prioritas bersama. Ketahanan pangan nasional sangat bergantung pada kemampuan daerah-daerah produsen seperti Lampung," ujar dia.

Ia menjelaskan tiga komoditas utama yang menjadi kekuatan Lampung selama puluhan tahun adalah padi, jagung, dan singkong.

Selain itu, Lampung juga memiliki sektor peternakan yang kuat melalui produksi ayam, telur, sapi, dan kambing yang menopang kebutuhan pangan nasional.

"Ini yang harus terus ditingkatkan sehingga produksi komoditas pangan di Lampung bisa terus bertambah dan terjaga," ucapnya.