Lampung Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lampung Barat (Lambar) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat, telah melakukan penanganan dengan memasang tanggul sementara guna mencegah longsor semakin meluas.
Kepala Dinas PUPR, Mia Miranda, saat dihubungi dari Lampung Selatan, Minggu menjelaskan dengan membangun tanggul darurat menggunakan karung berisi tanah sepanjang 100 meter diharapkan dapat mengendalikan aliran air yang menggerus tanah.
"Kita akan lakukan penanganan sementara dengan membuat tanggul dari karung diisi tanah sepanjang 100 meter untuk mengendalikan air agar alirannya lancar," ujarnya.
Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi pada Jumat (1/5/2026) sehingga menyebabkan longsor di ruas jalan penghubung Pekon (Desa) Padang Dalom menuju Pekon Sukarami, Kecamatan Balik Bukit.
“Titik longsor berada di area tanjakan menuju Pekon Sukarami, yang tergerus derasnya aliran air hujan hingga mengikis badan jalan. Tanggul beton penahanan tebing ambles, kalau hujan, air di siring dari arah Sukarame terjun ke arah longsoran karena di situ titik terendah," kata dia.
Dirinya menerangkan, langkah cepat ini penting dilakukan agar kondisi jalan tidak semakin parah, terutama saat hujan kembali turun.
Selain itu, katanya Dinas PUPR Lampung Barat menegaskan bahwa penanganan darurat akan segera direalisasikan dalam waktu dekat.
"Dalam satu sampai dua hari ini akan segera ditangani sementara," ucapnya.
Ia menyebutkan, ruas jalan Padang Dalom-Sukarame sendiri merupakan akses vital bagi masyarakat setempat. Jalur ini menjadi penghubung utama aktivitas warga, mulai dari mobilitas harian, distribusi hasil pertanian, hingga akses layanan pendidikan dan kesehatan.
Jika tidak segera ditangani, menurut Mia, tentu kerusakan jalan akibat longsor berpotensi menghambat perekonomian dan aktivitas masyarakat.
"Jadi, penanganan cepat perlu kita lakukan segera," ujar dia.