Lampung Barat (ANTARA) - Bupati Lampung Barat (Lambar) Parosil Mabsus mengimbau masyarakat setempat untuk selalu memeriksa peralatan rumah tangga yang dapat menyebabkan kebakaran, termasuk instalasi listrik secara berkala, untuk mengantisipasi terjadinya musibah.

“Saya mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik, serta memastikan kondisi rumah aman saat ditinggalkan,” kata Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus saat dihubungi dari Lampung Selatan Jumat.

Sebelumnya, kebakaran hebat melanda sebuah rumah milik Lihun di Cilta Gara, Pekon Tugu Mulya, Kecamatan Kebun Tebu, Kabupaten Lampung Barat pada Jumat (27/3) pagi pukul 04.20 WIB yang menyebabkan kerusakan parah pada bangunan.

Dengan adanya peristiwa tersebut, pihaknya langsung bergerak cepat turun langsung ke lokasi untuk memberikan dukungan moral kepada keluarga yang mengalami musibah.

"Atas nama pemerintah kami turut prihatin atas terjadinya musibah kebakaran ini. Ini adalah wujud perhatian dan empati pemerintah daerah kepada warga yang mengalami musibah," kata Bupati.

‎Ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah daerah di lokasi merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat yang tertimpa musibah, terlebih peristiwa terjadi pada momen sakral Lebaran.

"Langkah cepat ini menjadi bukti respons tanggap Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dalam memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat, terutama pada situasi bencana yang terjadi secara tiba-tiba di momentum hari besar keagamaan," ucapnya. 

‎Bupati menambahkan pemerintah daerah berkomitmen terus hadir di tengah masyarakat, khususnya saat terjadi kondisi darurat, agar warga yang terdampak dapat segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas seperti biasa.

Dalam seminggu terakhir, pihaknya mencatat telah terjadi dua kali kebakaran rumah milik warga di wilayah tersebut. Kebakaran yang pertama terjadi pada 23 Maret 2026 di Pekon Kenali, Kecamatan Belalau. Kemudian terjadi lagi pada 27 Maret 2026 di Pekon Tugu Mulya, Kecamatan Kebun Tebu.