Lampung Selatan (ANTARA) - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Bakauheni, Provinsi Lampung menyiagakan empat pelabuhan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang saat angkutan arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.

“Pelabuhan utama adalah ASDP, kemudian Pelabuhan BBJ, Wika Beton sebagai pelabuhan pendukung, serta pelabuhan kontingensi. Dalam kondisi darurat, kami akan menggunakan Pelabuhan PT SMA. SMA dapat dimanfaatkan untuk kapal RoRo maupun Landing Craft Tank yang mengangkut kendaraan barang dan sepeda motor,” ujar kepala KSOP Bakauheni Suratno, Kamis.

Menurut dia, optimalisasi Pelabuhan Wika Beton dan SMA akan difokuskan pada kendaraan barang dan sepeda motor guna mengurai kepadatan di pelabuhan utama.

Ia menjelaskan, rute alternatif tersebut disiapkan untuk mengurai kepadatan apabila terjadi lonjakan pemudik terutama di jalur lintas timur dan lintas tengah pada arus mudik Lebaran 2026.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Rudi Irawan, menambahkan bahwa seluruh pelabuhan yang akan dioperasikan telah dievaluasi berdasarkan standar pelayanan minimal.

“Kami memastikan pelabuhan yang disiapkan untuk angkutan Lebaran sudah memenuhi standar pelayanan minimal. Pelabuhan BBJ saat ini dinilai siap digunakan, dengan harapan cuaca juga mendukung agar pelayanan penyeberangan berjalan lancar,” ujarnya.

Untuk diketahui, Korlantas Polri dan dukungan lintas kementerian, telah melakukan pemantauan untuk memastikan kesiapan sarana-prasarana di lintasan Bakauheni–Merak guna mengantisipasi lonjakan pergerakan kendaraan serta menjamin kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026.
 

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: KSOP Bakauheni siagakan empat pelabuhan hadapi lonjakan pemudik 2026