Lampung Selatan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menyatakan program pertanian modern dan smart farming di wilayah tersebut mulai menarik perhatian daerah lain untuk ikut serta mengembangkan sektor pertanian berkelanjutan.

Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPH-Bun) Lampung Selatan, Mugiyono di Kalianda ,Selasa, mengatakan pihaknya telah menerima kunjungan dari anggota DPRD Kabupaten Pringsewu untuk mempelajari langsung konsep dan implementasi program pertanian berbasis inovasi yang tengah dikembangkan pemerintah daerah setempat.

"Salah satu program unggulan yang dipaparkan adalah pengembangan Kawasan Pertanian Anak Nusantara di Desa Trimomukti, Kecamatan Candipuro. Kawasan ini dirancang sebagai model percontohan pertanian modern berkelanjutan sekaligus kawasan agroeduwisata,” kata dia.

Ia menjelaskan arah pengembangan pertanian di Lampung Selatan saat ini mengusung konsep agroeduwisata, yakni integrasi sektor pertanian, pendidikan, dan pariwisata dalam satu ekosistem pembangunan terpadu.

"Program agroeduwisata ini lahir dari kebutuhan menghadirkan model pembangunan pertanian yang lebih luas manfaatnya, tidak sekadar produksi, tetapi juga sarana edukasi dan destinasi wisata,” ujarnya.

Ia menambahkan konsep tersebut didasarkan pada potensi sumber daya alam pertanian yang melimpah serta kekayaan budaya masyarakat Lampung Selatan.

“Melalui pendekatan ini, kawasan pertanian diharapkan berkembang menjadi sentra produksi sekaligus destinasi wisata edukatif yang mampu memberdayakan masyarakat,” ucapnya.

Menurut dia, pemerintah daerah juga menggandeng berbagai pihak untuk mengembangkan kawasan tersebut menjadi area pertanian yang produktif, edukatif, dan menarik untuk dikunjungi.

"Dalam pengembangannya, kawasan ini ditargetkan mampu melakukan tiga hingga empat kali masa tanam dalam satu tahun," ucap dia.

Pada 2025, katanya, Lampung Selatan telah berhasil mencapai tiga kali masa tanam di lahan sekitar 400 hektare. Sementara pada 2026, target pengembangan diperluas hingga 1.000 hektare.

“Semangat petani di Desa Trimomukti sangat luar biasa dan menjadi kekuatan utama dalam keberhasilan program pertanian modern di Lampung Selatan,” kata Mugiyono.


Baca juga: BPS catat luas panen padi Lampung di 2025 capai 596,02 ribu hektare

Baca juga: Lampung jadi lokasi sentra singkong nasional untuk dukung hilirisasi

Baca juga: Kodam XXI/Radin Inten inisiasi tanam padi untuk ketahanan pangan