Bandarlampung (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat nilai ekspor provinsi tersebut selama 2025 mencapai 6.637,72 juta dolar AS.

"Nilai ekspor Provinsi Lampung pada Januari-Desember 2025 mencapai 6.637,72 juta dolar AS, atau mengalami peningkatan sebesar 18,78 persen dibandingkan periode Januari-Desember 2024 yang nilainya sebesar 5.588,27 juta dolar AS," ujar Statistisi Ahli Muda BPS Provinsi Lampung M Sabiel berdasarkan keterangannya secara daring di Bandarlampung, Senin.

Ia mengatakan sedangkan nilai ekspor khusus di Desember 2025 sebesar 661,98 juta dolar AS, mengalami peningkatan sebesar 16,19 persen dibanding Desember 2024 dengan nilai 569,76 juta dolar AS.

"Sepuluh barang Utama non migas yang diekspor selama 2025, golongan berbagai produk kimia mengalami peningkatan tertinggi sebesar 117,51 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Sementara penurunan terdalam terjadi pada golongan ampas dan sisa industri makanan sebesar 25,95 persen," katanya.

Dia menjelaskan ada tiga negara tujuan ekspor terbesar selama 2025 di Lampung yakni Amerika Serikat dengan nilai ekspor 1.019,46 juta dolar AS, Pakistan 629,25 juta dolar AS dan Tiongkok sebesar 623,88 juta dolar AS.

"Selama Januari-Desember 2025 nilai ekspor sektor pertanian meningkat sebesar 68,69 persen dan sektor industri pengolahan naik sebesar 13,48 persen, sedangkan sektor pertambangan dan lainnya turun sebesar 16,43 persen," ucap dia.

Ia melanjutkan untuk perkembangan impor di Lampung selama Januari-Desember 2025 mencapai 2.068,15 juta dolar AS, mengalami penurunan sebesar 2,26 persen dibanding periode yang sama di 2024 yang mencapai 2.115,97 juta dolar AS.

"Dari sepuluh barang utama non migas selama 2025 golongan kereta api, trem dan bagiannya mengalami peningkatan tertinggi sebesar 5.239,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara penurunan terjadi pada golongan gula dan kembang gula sebesar 49,49 persen," tambahnya.

Menurut dia, tiga negara pemasok terbesar selama Januari-Desember 2025 yaitu Nigeria sebesar 354 juta dolar AS, Amerika Serikat 324,06 juta dolar AS, Australia 263,6 juta dolar AS.