Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Komunikasi Politik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof Karim Suryadi menilai pernyataan soal perombakan kabinet atau reshuffle menunjukkan kegelisahan Presiden Prabowo Subianto.
"Meskipun Presiden tidak pernah sekalipun menyalahkan menterinya di depan publik, namun kegelisahan begitu terasa," kata Prof Karim saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Jumat.
Ia menjelaskan bahwa kegelisahan Presiden berdasarkan sejumlah kinerja menterinya yang dinilai kurang baik, sehingga kegaduhan akibat kebijakan lebih kuat dirasakan dibandingkan manfaat untuk rakyat.
"Sekadar contoh, kasus pemagaran laut yang berlarut-larut, bahkan menteri dan jajaran terkait terkesan takut. Kemudian, penembakan warga negara Indonesia di Malaysia, hingga kesengsaraan rakyat mendapatkan gas melon gara-gara harus berebut beli di pangkalan," ujarnya.
Oleh sebab itu, dia memandang bahwa perombakan kabinet menjadi keharusan sebagai konsekuensi evaluasi terhadap kinerja para menteri.
Ia juga memandang bahwa perombakan perlu untuk merawat kepercayaan publik kepada Presiden Prabowo Subianto, sehingga masa "bulan madu" tidak cepat berakhir.
"Poin inilah yang saya sebut berkejaran dengan waktu. Jika pemerintah terlambat mewujudkan harapan, atau janji yang sudah dilontarkan, maka kepercayaan akan tergerus, dan bukan kabar baik jika pemerintahan kehilangan kepercayaan," ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memperingatkan jajaran menteri dan kepala lembaga pemerintah bahwa mereka bakal diganti jika tidak bekerja dengan benar.
"Rakyat menuntut pemerintah yang bersih dan benar, yang bekerja dengan benar. Jadi, saya ingin tegakkan itu. Kepentingan hanya untuk bangsa, rakyat, tidak ada kepentingan lain, yang tidak mau bekerja benar-benar untuk rakyat ya saya akan singkirkan," kata Presiden Prabowo menjawab pertanyaan wartawan terkait reshuffle Kabinet Merah Putih selepas puncak peringatan Harlah Ke-102 NU di Jakarta, Rabu (5/2).
Walaupun demikian, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan bahwa belum ada rencana perombakan kabinet.
"Hah? Reshuffle apa? Enggak ada reshuffle, belum," kata Prasetyo saat ditanya terkait isu reshuffle kabinet di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (23/2).
Pakar: Pernyataan soal "reshuffle" tunjukkan kegelisahan
Sabtu, 8 Februari 2025 0:07 WIB
Guru Besar Komunikasi Politik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof Karim Suryadi. ANTARA/Dokumentasi Pribadi
Pewarta : Rio Feisal
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KKP: 41 UPI masuk "Yellow List" bisa ekspor ke AS secara bersyarat, termasuk 6 UPI Lampung
07 November 2025 0:31 WIB
Pengamat Pendidikan: Jangan jadikan UN sebagai syarat kelulusan siswa
05 November 2024 19:55 WIB, 2024
BKIPM Lampung telah keluarkan 1.317 sertifikat mutu perikanan selama 2023
12 February 2024 18:42 WIB, 2024
Dirut PT UPI diperiksa Bareskrim terkait kasus gagal ginjal akut anak
11 November 2022 6:15 WIB, 2022
Perkuat layanan informasi publik, PPID Itera studi banding ke ITB dan UPI
24 November 2021 11:39 WIB, 2021
Terpopuler - Eksekutif/Legislatif/Yudikatif
Lihat Juga
Prabowo dan MBZ bertemu di Istana Qasr Al Bahr, sepakat perkuat kemitraan strategis
27 February 2026 10:13 WIB