"Di Provinsi Lampung ini memiliki potensi gempa vulkanik, gempa tektonik dan gempa Megathrust. Dengan adanya ancaman ini tentu harus diikuti dengan makin luasnya kampanye mengenai penguatan bangunan," ujar Wahyu Hidayat saat dihubungi di Bandarlampung, Rabu.
BPBD Lampung minta dilakukan kampanye penguatan bangunan
Rabu, 20 November 2024 15:55 WIB
Ilustrasi - Pelaksanaan pembangunan Pasar Natar di Kabupaten Lampung Selatan yang merupakan salah satu gedung dengan konstruksi tahan gempa. (ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi)
Bandarlampung (ANTARA) - Analis Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung Wahyu Hidayat mengatakan adanya potensi bencana alam berupa gempa bumi yang cukup tinggi di daerah setempat, harus disertai dengan kampanye penguatan bangunan.
"Di Provinsi Lampung ini memiliki potensi gempa vulkanik, gempa tektonik dan gempa Megathrust. Dengan adanya ancaman ini tentu harus diikuti dengan makin luasnya kampanye mengenai penguatan bangunan," ujar Wahyu Hidayat saat dihubungi di Bandarlampung, Rabu.
"Di Provinsi Lampung ini memiliki potensi gempa vulkanik, gempa tektonik dan gempa Megathrust. Dengan adanya ancaman ini tentu harus diikuti dengan makin luasnya kampanye mengenai penguatan bangunan," ujar Wahyu Hidayat saat dihubungi di Bandarlampung, Rabu.
Ia mengatakan kampanye penguatan bangunan tersebut dilakukan agar dalam proses pembangunan gedung, ataupun hunian, masyarakat serta pengembang perumahan menggunakan konstruksi bangunan serta bahan bangunan tahan gempa.
"Dengan pemahaman serta implementasi bangunan tahan gempa ini setidaknya dapat mengurangi risiko terjadinya kerugian materi ataupun korban jiwa saat terjadi gempa bumi di daerah yang rawan gempa," katanya.
Dia menjelaskan berdasarkan pemetaan potensi gempa di Provinsi Lampung untuk ancaman tinggi terdampak gempa Megathrust akibat pergerakan lempeng samudera ada di Kabupaten Pesisir Barat, Tanggamus, Pesawaran, Lampung Selatan, dan Kota Bandarlampung.
"Sementara ada juga potensi pergerakan tanah akibat sesar yang ada di daratan seperti Sesar Semangko sebagai sesar tertua, lalu Sesar Tarahan, dan Sesar Panjang," ucap dia.
Menurut dia, ada juga potensi terjadinya gempa vulkanik akibat aktivitas empat gunung berapi yang ada di Provinsi Lampung yakni ada di Gunung Rajabasa, Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan.
"Kemudian di Gunung Seminung serta Gunung Belerang di Kabupaten Lampung Barat yang juga tergolong dalam gunung berapi karena ada panas bumi di dalamnya dan ini perlu diantisipasi dampaknya bagi masyarakat sekitar," tambahnya.
Dia melanjutkan dengan melakukan perluasan kampanye bangunan tahan gempa, pihaknya juga berupaya untuk meningkatkan kapasitas dalam melakukan manajemen bencana sesuai dengan potensi ancaman bencana di daerah.
"Peningkatan kapasitas sebagai upaya untuk melakukan mitigasi, dan manajemen bencana ini akan terus dilakukan untuk meminimalisir kerugian materi dan korban, sekaligus mempercepat penanganan dampak bencana," ujar dia.
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Pemprov Lampung
Lihat Juga
Pemprov Lampung angkat guru honor jadi PPPK untuk tingkatkan kesejahteraan
26 January 2026 15:58 WIB
Pemprov Lampung minta perusahaan terapkan SOP secara ketat kurangi kecelakaan kerja
26 January 2026 14:57 WIB
TP PKK Provinsi Lampung serahkan bantuan 15 unit kaki palsu bagi penyandang disabilitas
24 January 2026 17:32 WIB