Medan (ANTARA) - Pengprov Wushu Indonesia (WI) Sumatera Utara menyiapkan 26 atlet terbaik, masing-masing 10 atlet taolu dan 16 atlet sanda untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024

Pelatih Wushu Sumut Freddi Wijaya di Medan, Selasa, mengatakan seluruh atlet tersebut saat ini menjalani pelatda berjalan di Gedung YKWI Medan. Para atlet dilatih tujuh pelatih, yakni Fredy Wijaya, Aldy Lukman, dan Sandry Liong untuk nomor taolu serta Dasmantua, Johan Tjongiran, Salwi, Neri Agus Manullang untuk nomor sanda.

"Dengan berkekuatan 26 atlet itu, kita menargetkan sembilan medali emas, masing-masing empat emas dari nomor taolu dan lima emas dari sanda. Dalam mempersiapkan atlet, latihan sepuluh kali dalam seminggu. Kami juga masih butuh peralatan seperti sepatu tanding, baju tanding, dan senjata," katanya.

Selain itu, Freddy juga menjelaskan mengenai kebutuhan karpet untuk lapangan karena karpet yang digunakan saat ini kondisinya sudah robek.

"Karpet tempat latihan sudah rusak dan ini sangat membahayakan atlet. Kami berharap Dispora Sumut dan KONI Sumut dapat menggantinya," harap Freddy.

Sementara pelatih wushu Sumut lainnya Dasmantua mengatakan pentingnya pemenuhan kebutuhan nutrisi dan vitamin untuk meningkatkan stamina atlet.

"Kami butuh penambahan nutrisi dan vitamin karena dalam seminggu latihan sepuluh kali," ujarnya.

Sebelumnya Ketua Pengprov Wushu Indonesia (WI) Sumatera Utara Darsen Song menyebutkan pihaknya bertekad untuk menjaga tradisi emas di PON.

Sejak PON Palembang, berlanjut di Kaltim, Riau, Bandung, dan Papua, wushu masih menjadi cabang olahraga penyumbang medali terbanyak untuk kontingen Sumut.

"Apalagi sebagai tuan rumah nanti, kami punya keinginan mempertahankan tradisi tersebut," katanya.

Pada PON mendatang, WI Sumut tak hanya mengandalkan nomor taolu dan sanda namun ada penambahan nomor tradisional yakni wingchun.

"Ada penambahan satu yakni wingchun (tradisional) yang memperebutkan satu medali emas untuk putra dan putri. Di nomor itu kita menurunkan Charles yang pernah menjadi juara dunia untuk taolu. Kita juga mengandalkan sanda sejak PON Jawa Barat dan Papua. Sementara taolu selalu kita andalkan sejak dulu mendulang medali," katanya.

Pewarta : Juraidi
Editor : Agus Wira Sukarta
Copyright © ANTARA 2024