Survei Indikator: Prabowo berduet dengan siapa pun tetap unggul
Jumat, 20 Oktober 2023 17:48 WIB
Survei Indikator Politik Indonesia bertajuk “Pergeseran Dukungan Partai dan Capres Jelang Pendaftaran Capres dan Cawapres 2024” sebagaimana dipantau melalui kanal YouTube Indikator Politik Indonesia di Jakarta, Jumat (20/10/2023). (ANTARA/Melalusa Susthira K.)
Jakarta (ANTARA) - Hasil survei teranyar dari Indikator Politik Indonesia menunjukkan bahwa calon presiden (capres) Prabowo Subianto tetap unggul jika dipasangkan dengan Gibran Rakabuming Raka, Erick Thohir atau Khofifah Indar Parawansa.
Survei mencatat, apabila Prabowo Subianto diduetkan dengan Erick Thohir meraih dukungan tertinggi sebesar 38,8 persen, disusul pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD dengan raihan sebesar 32,6 persen, dan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar sebesar 21,2 persen.
Menurut Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi saat memaparkan hasil survei bertajuk “Pergeseran Dukungan Partai dan Capres Jelang Pendaftaran Capres dan Cawapres 2024” sebagaimana dipantau melalui kanal YouTube Indikator Politik Indonesia di Jakarta, Jumat, survei juga mencatat apabila Prabowo disimulasikan dengan Gibran maka meraih dukungan sebesar 37,5 persen dalam simulasi tiga pasangan yang menempatkan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
“Ketika Prabowo diduetkan dengan Khofifah, berhadapan dengan Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud, tingkat dukungannya kembali berkurang. Ini karena Khofifah hanya mengatrol dukungan sebesar 37,1 persen,” kata Burhanuddin.
Survei yang dilakukan pada 2 hingga 10 Oktober 2023 itu dilakukan dengan populasi survei yang terdiri atas warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dalam pemilu, yakni mereka yang berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.
Survei mencatat, apabila Prabowo Subianto diduetkan dengan Erick Thohir meraih dukungan tertinggi sebesar 38,8 persen, disusul pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD dengan raihan sebesar 32,6 persen, dan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar sebesar 21,2 persen.
Menurut Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi saat memaparkan hasil survei bertajuk “Pergeseran Dukungan Partai dan Capres Jelang Pendaftaran Capres dan Cawapres 2024” sebagaimana dipantau melalui kanal YouTube Indikator Politik Indonesia di Jakarta, Jumat, survei juga mencatat apabila Prabowo disimulasikan dengan Gibran maka meraih dukungan sebesar 37,5 persen dalam simulasi tiga pasangan yang menempatkan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
“Ketika Prabowo diduetkan dengan Khofifah, berhadapan dengan Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud, tingkat dukungannya kembali berkurang. Ini karena Khofifah hanya mengatrol dukungan sebesar 37,1 persen,” kata Burhanuddin.
Survei yang dilakukan pada 2 hingga 10 Oktober 2023 itu dilakukan dengan populasi survei yang terdiri atas warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dalam pemilu, yakni mereka yang berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.
Pewarta : Melalusa Susthira Khalida
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Survei sebut paslon 01 tak mampu lebih banyak tarik suara pemilih basis PKB
14 February 2024 18:13 WIB, 2024
Survei Indikator: Prabowo-Gibran berpotensi menang satu putaran dengan 51,8 persen
09 February 2024 13:40 WIB, 2024
Survei Indikator sebut 33 persen publik tidak puas kinerja Polri usut kasus Firli
23 January 2024 19:25 WIB, 2024
Survei Indikator: Prabowo-Gibran unggul "head to head" lawan dua paslon
20 January 2024 22:01 WIB, 2024